Pompeo desak Kazakhstan tekan Cina soal Uighur

383

Support Us

NUR SULTAN (Arrahmah.com) – Menteri luar negeri AS, Mike Pompeo, mendesak Kazakhstan pada Minggu (2/2/2020) untuk bergabung bersama Washington mendesak Cina terkait perlakuan kejinya terhadap minoritas Muslim di provinsi Xinjiang, sebuah isu sensitif bagi negara Asia Tengah yang sudah bersahabat cukup dekat dengan Beijing ini.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan Tiongkok telah menargetkan warga Uighur, Kazakh, dan kelompok etnis Muslim lainnya di wilayah barat laut Xinjiang dalam pengawasan ketat, penahanan sewenang-wenang, dan indoktrinasi paksa.

Cina adalah mitra dagang utama bagi negara Asia Tengah dan media yang dikuasai negara Kazakh umumnya menghindari pelaporan tentang pusat-pusat interniran di Xinjiang.

Pompeo, berbicara pada 2 Februari saat berkunjung ke Nur-Sultan, ibukota Kazakhstan, mengatakan ia mengangkat masalah itu dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Kazakhstan Mukhtar Tileuberdi.

Pompeo mengatakan keduanya membahas “keadaan lebih dari 1 juta Muslim Uighur dan etnis Kazakh yang ditahan Partai Komunis Tiongkok di Xinjiang, tepat di seberang perbatasan Kazakh.”

“Amerika Serikat mendesak semua negara untuk bergabung dengan kami dalam mendesak untuk segera mengakhiri penindasan ini,” tambah Pompeo. “Kami hanya meminta mereka untuk memberikan perlindungan dan suaka yang aman bagi mereka yang ingin melarikan diri dari Tiongkok. Lindungi martabat manusia.”

Berita Terkait

Tleuberdi, yang pemerintahnya sejauh ini menolak untuk mengkritik Cina atas Xinjiang, tidak berkomentar tentang masalah ini dan sebaliknya berfokus pada kerja sama ekonomi dan keamanan.

Pada Agustus 2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekitar 1 juta orang Uighur dan anggota kelompok etnis asli lainnya di kawasan itu ditahan di “pusat kontra-terorisme”.

PBB mengatakan jutaan lainnya telah dipaksa masuk ke dalam apa yang disebut “kamp pendidikan ulang”. Cina menyangkal bahwa fasilitas tersebut adalah kamp interniran.

Pompeo bertemu para pejabat tinggi di bekas republik Soviet itu untuk menyatakan dukungan AS ketika Washington bersaing dengan Moskow mendapatkan pengaruh di wilayah tersebut.

Departemen Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kunjungan ke Kazakhstan bertujuan untuk menegaskan kembali “komitmen bersama untuk perdamaian, kemakmuran, dan keamanan di Asia Tengah.”

Washington telah melihat Kazakhstan yang kaya energi sebagai penyeimbang Rusia di Asia Tengah, dan perusahaan-perusahaan minyak AS telah berinvestasi miliaran dalam usaha patungan untuk mengembangkan ladang-ladang Laut Kaspia. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Jazuli: Jangan Sampai TNI Terjebak Politik Praktis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat. Jangan sampai TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Agen CIA tewas dalam operasi memerangi Mujahidin di Somalia

SOMALIA (Arrahmah.com) – Seorang agen Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dilaporkan meninggal dalam sebuah operasi mata-mata di Somalia pada akhir pekan lalu. Menurut New York Times, Rabu (25/11/2020), agen CIA itu dilaporkan…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

ISIS serang Baghdad, 6 pasukan keamanan Irak tewas

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Enam personel keamanan Irak dan tiga warga sipil tewas dalam penyergapan pada Sabtu (21/11/2020) yang dilakukan oleh kelompok ISIS di utara Baghdad, kata polisi dan seorang pejabat setempat. Sumber polisi…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

Azerbaijan: Armenia ubah kota Aghdam menjadi puing-puing

AGHDAM (Arrahmah.com) - Penduduk Aghdam, yang diduduki Armenia selama 27 tahun, mengatakan pada Sabtu bahwa kota itu berubah menjadi kota yang hancur. Di Aghdam, tempat tentara Armenia mundur pada 20 November, hampir tidak ada bangunan…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Iklan