Berita Dunia Islam Terdepan

Mahasiswa asal Aceh sudah bisa keluar dari Cina

434

Support Us

BANDA ACEH (Arrahmah.com) – Seorang mahasiswa Indonesia asal Aceh, Sahuddin (35), yang kuliah di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, Cina, berhasil keluar dari negara tersebut setelah setelah wilayah itu terpapar virus Corona sejak Desember 2019 lalu.

Sahuddin, yang merupakan mahasiswa program S3, tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (28/1/2020). Dia merupakan warga Kabupaten Pidie yang berdomisili di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Dia terbang dari Nanjing, transit di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia dan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, pukul 10.45 WIB.

Saat tiba di Bandara SIM Aceh, Sahuddin menjalani serangkaian pemeriksaan di bandara oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) wilayah kerja Bandara SIM. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ia dilaporkan dalam keadaan sehat dan tidak terinfeksi virus Corona.

Dalam wawancara bersama sejumlah awak media yang telah menunggu di ruang pintu kedatangan Internasional Bandara SIM Aceh, Sahuddin menceritakan bagaimana perjuangannya sehingga berhasil keluar dari Cina.

“Saya berfikir dan mencari cara sendiri karena kondisi di sana dimana pemerintah sudah melarang kontak fisik dengan orang ramai dan keluar tidak boleh, jadi memang dijaga total. Jadi saya dengan keyakinan minimal sampai di Malaysia saja, yang penting keluar dari Cina,” ungkap Sahuddin, lansir RRI.

“Singkat cerita, dalam perjalanan saya, Alhamdulillah, saya dicek suhu tubuh dan riwayat bepergian saya ke Wuhan tidak ada, sehingga saya diizinkan untuk keluar,” lanjutnya.

Sahuddin menuturkan, memang di Kota Nanjing, paparan virus Corona tidak parah sebagaimana dilaporkan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Namun, menurutnya, dari laporan pemerintah setempat jumlah kasus wabah Corona yang menjangkit warga Nanjing terus meningkat, hal inilah yang membuat dirinya bertekad untuk meninggalkan kota Nanjing dan kembali ke Aceh.

“Di Nanjing, wilayah tempat tinggal saya ada dua orang terjangkit. Saya pesan tiket itu. Ketika mau berangkat sekitar 18 Januari 2020. Nah hari ini data informasi yang saya akses di Bandara, itu sudah masuk sekitar 70-an kasus. Progresnya dari awal itu tidak ada yang menurun, itu naik terus, inilah yang membuat saya harus ambil sikap,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif yang turut menjemput kepulangan mahasiswa ini menyebutkan, mahasiswa yang telah kembali ke Aceh ini bebas dari virus Corona.

Kepastian itu didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan bandara dan tidak ada tanda-tanda mengidap demam tinggi atau lainnya, yang berkaitan dengan tanda-tanda Coronavirus.

“Jadi sudah kita periksa kesehatan beliau, kondisi beliau saat ini sehat walafiat. Untuk sementara tidak ada tanda-tanda terinfeksi virus Corona, sehingga kita perbolehkan untuk pulang, tentu juga dengan pengawasan,” ujar Hanif.

Menurut laporan dari pemerintah Aceh, ada tujuh mahasiswa Indonesia asal Aceh lainya dalam waktu dekat juga akan pulang. Namun dipastikan para mahasiswa tersebut bukan berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Pemerintah Aceh juga melaporkan, sebanyak 12 mahasiswa Aceh masih berada di Kota Wuhan dan hingga kini mereka belum bisa keluar dari kota tersebut.

Jerman menjadi negara ke-16 yang melaporkan kasus coronavirus atau Novel 201 Coronavirus (2019-nCoV) yang mematikan di seluruh dunia dan menjadi negara kedua yang melaporkan kasus di Eropa, setelah Perancis.

Sebelumnya, virus yang disebut berasal kota Wuhan, Cina, itu telah menjangkiti Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand, Australia, Nepal, Vietnam, Malaysia, Kanada, Kamboja dan Sri Lanka.

Selain negara-negara itu, wilayah milik Cina yang ada di luar Cina daratan, yaitu Hong Kong dan Makau, juga telah melaporkan kasus corona virus.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan