Berita Dunia Islam Terdepan

AS: Pengganti Soleimani akan hadapi nasib yang sama

817

Support Us

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Pengganti komandan Iran yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS akan mengalami nasib yang sama jika ia mengikuti jalan yang sama dengan membunuh orang Amerika, ujar perwakilan khusus AS untuk Iran.

Washington menyalahkan Jenderal Qassem Soleimani karena mendalangi serangan oleh milisi yang berpihak kepada Iran, terhadap pasukan AS di wilayah tersebut. Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak 3 Januari di Irak setelah eskalasi yang dimulai bulan lalu dengan serangan rudal yang menewaskan seorang kontraktor Amerika.

Iran menanggapi pembunuhan Soleimani dengan meluncurkan rudal ke sasaran AS di Irak pada 8 Januari, meskipun tidak ada tentara AS yang terbunuh.

Setelah kematian Soleimani, Teheran dengan cepat menunjuk Esmail Ghaani sebagai pemimpin Pasukan Quds, sebuah unit elit di Garda Revolusi (IRGC) yang menangani operasi militer di luar negeri. Ghaani telah berjanji untuk melanjutkan jalan Soleimani.

“Jika Ghaani mengikuti jalan yang sama untuk membunuh orang Amerika maka dia akan menemui nasib yang sama,” kata utusan AS Brian Hook kepada harian berbahasa Arab Asharq Al-Awsat, seperti dilansir Reuters (23/1/2020).

Dia mengatakan dalam wawancara di Davos, Swiss bahwa Trump telah lama menegaskan bahwa “setiap serangan terhadap kepentingan Amerika atau warga Amerika akan ditanggapi dengan tanggapan tegas”.

“Ini bukan ancaman baru. Presiden selalu mengatakan bahwa dia akan selalu merespons dengan tegas untuk melindungi kepentingan Amerika,” klaim Hook. “Saya pikir rezim Iran mengerti sekarang bahwa mereka tidak dapat menyerang Amerika dan lolos begitu saja.”

Setelah pengangkatannya, Ghaani mengatakan dia akan “melanjutkan jalan bercahaya ini” yang diambil oleh Soleimani dan bahwa tujuannya adalah untuk mengusir pasukan AS keluar dari wilayah itu, kebijakan Iran yang telah lama dinyatakan.

Ancaman AS untuk membunuh Ghaani adalah tanda “terorisme pemerintah”, kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi pada Kamis (23/1), menurut kantor berita resmi IRIB.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan