Irak bantah lanjutkan operasi bersama koalisi AS

298

Support Us

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Seorang juru bicara pemerintah Irak membantah laporan pada Kamis (16/1/2020) bahwa operasi bersama telah dimulai kembali antara pasukan lokal dan koalisi pimpinan AS melawan sel-sel tidur ISIS.

Koalisi yang aktif di Irak sejak 2014 mengklaim pada 5 Januari bahwa mereka menghentikan operasi anti-ISIS dan misi pelatihan karena masalah keamanan setelah serangkaian serangan roket menghantam pangkalan-pangkalan di mana AS dan pasukan internasional lainnya berada.

New York Times, mengutip dua pejabat militer Amerika, melaporkan Kamis (16/1) bahwa AS – yang merupakan bagian terbesar dari koalisi – telah memulai kembali operasi.

Namun juru bicara perdana menteri Irak untuk urusan militer mengatakan kepada AFP bahwa koalisi tidak memiliki izin dari Baghdad untuk melakukan misi bersama.

“Operasi gabungan belum dilanjutkan dan kami belum memberikan otorisasi kami,” tutur Abdulkarim Khalaf.

Dia mengatakan pemerintah Irak telah memerintahkan koalisi untuk menghentikan operasi gabungannya setelah dua serangan udara AS termasuk satu yang menewaskan seorang komandan tinggi Iran.

Yang pertama, pada akhir Desember, menewaskan 25 pejuang paramiliter Irak di barat negara itu, sebagai pembalasan atas pembunuhan seorang kontraktor Amerika dalam serangan roket.

Yang kedua adalah serangan pesawat tak berawak presisi AS di luar bandara Baghdad pada 3 Januari, yang menewaskan jenderal Iran Qassem Soleimani dan pejabat militer Irak Abu Mahdi al-Muhandis.

“Kesepakatannya adalah bahwa koalisi ada di sini untuk melawan ISIS dan membantu Irak melawan ISIS, jadi kami menganggap serangan ini sebagai tindakan sepihak,” kata Khalaf.

Sebagai tanggapan, katanya, “operasi gabungan, yang meliputi penggunaan wilayah udara Irak, dilarang.”

Berita Terkait

Pentagon mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya tidak memiliki informasi untuk diberikan mengenai pembukaan kembali.

Juru bicara koalisi pimpinan-AS di Baghdad juga menolak berkomentar.

Tetapi seorang pejabat tinggi pertahanan AS mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa jeda operasional adalah keputusan koalisi – termasuk juga melanjutkannya.

“Ini benar-benar keputusan kami,” kata pejabat itu, yang mengatakan situasi keamanan masih terlalu tegang.

“Begitu diizinkan, kami akan mengaktifkannya kembali.”

Pejabat itu juga mengatakan koalisi terus menerbangkan pesawat pengintai di atas Irak meskipun ada keluhan dari Baghdad.

“Kami membutuhkannya untuk tetap siaga di lapangan. Jadi kami akan terus menerbangkannya selama kami butuhkan,” kata pejabat itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Senin (13/1 bahwa para pemimpin Irak telah mengatakan kepadanya secara pribadi bahwa mereka mendukung kehadiran pasukan AS, meskipun ada seruan publik agar mereka pergi.

“Mereka tidak akan mengatakannya secara terbuka. Tapi secara pribadi mereka semua menyambut kenyataan bahwa Amerika masih menjalankan kampanye anti-terornya,” kata Pompeo di sebuah forum di Universitas Stanford.

Anggota parlemen Irak bulan ini juga mendesak pemerintah untuk mengeluarkan semua pasukan asing yang dikerahkan di negara itu, yang mencakup sekitar 5.200 tentara AS. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Lembaga donor internasional siap topang Afghan dengan miliaran dolar

JENEWA (Arrahmah.com) - Puluhan lembaga donor mulai menjanjikan miliaran dolar sebagai bantuan bagi Afghanistan dalam konferensi yang digelar di Jenewa hari Selasa (24/11/2020), dengan harapan negosiasi damai yang dibangun antara pemerintah…

Azerbaijan: Armenia ubah kota Aghdam menjadi puing-puing

AGHDAM (Arrahmah.com) - Penduduk Aghdam, yang diduduki Armenia selama 27 tahun, mengatakan pada Sabtu bahwa kota itu berubah menjadi kota yang hancur. Di Aghdam, tempat tentara Armenia mundur pada 20 November, hampir tidak ada bangunan…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Usai umumkan kemenangan, Aliyev katakan siap jalin hubungan dengan Armenia

BAKU (Arrahmah.com) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa Baku siap untuk menjalin hubungan normal dengan Yerevan jika "kekuatan yang sehat" berkuasa di Armenia. "Sekarang ada krisis internal yang…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Turki Kecam Kunjungan Pompeo ke Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada Kamis (19/11/2020) mengecam kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, Anadolu Agency melaporkan. "Di balik kunjungan ini terdapat tujuan untuk…

Pejuang oposisi gagalkan serangan YPG di Ras Al-Ain

RAS AL-AIN (Arrahmah.com) - Bentrokan baru meletus antara pejuang oposisi Suriah dan milisi Kurdi YPG di dekat wilayah Ras Al-Ain yang dikuasai Turki di Suriah utara, kata aktivis setempat, Jumat (20/11/2020). Pejuang Tentara Nasional…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Iklan