Polisi Iran tak mengakui pihaknya menggunakan peluru tajam tuk hadapi pendemo

Sebuah spanduk dipasang di tiang lampu di Teheran, mengatakan: "Kami semua merasakan sakit dan bersimpati". (Foto: EPA)
127

TEHERAN (Arrahmah.com) – Polisi di ibu kota Iran, Teheran, membantah menggunakan peluru tajam terhadap pengunjuk rasa yang marah dengan penembakan sebuah pesawat Ukraina.

Petugas telah diberi perintah untuk “menahan diri”, klaim kepala polisi Iran seperti dilansir BBC (14/1/2020).

Video yang diposting online pada Ahad (12/1) merekam apa yang tampak sebagai tembakan dan menunjukkan seorang wanita yang terluka dibawa pergi.

Protes meletus pada Sabtu (11/1), setelah Iran mengakui telah salah menembakkan rudal pada jet Ukraina International Airlines yang jatuh di dekat Teheran.

Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 176 orang dalam penerbangan PS752 telah tewas.

Selama tiga hari pertama setelah kecelakaan itu, Iran menyangkal bahwa angkatan bersenjatanya telah menembak jatuh pesawat dan menyatakan telah terjadi kegagalan teknis.

Pengakuan tanggung jawab, yang terjadi setelah sebuah video muncul yang memperlihatkan rudal telah menghantam pesawat, memicu kemarahan luas di Iran.

Laporan terbaru tentang dugaan tindakan keras menggemakan protes di Iran pada November lalu atas kenaikan harga bahan bakar. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan ratusan orang terbunuh dalam aksi protes tersebut.

Demonstrasi hari Ahad berlangsung hingga larut malam, ketika orang-orang melampiaskan kemarahan mereka terhadap pemerintah Iran dan Garda Revolusi (IRGC), yang menembak jatuh pesawat Ukraina.

Sebuah video yang diposting ke media sosial menunjukkan seorang demonstran menendang dan kemudian merobek poster besar Soleimani.

Ada laporan bahwa sejumlah orang terluka ketika pasukan keamanan membubarkan sebuah protes di Lapangan Azadi Teheran, di mana orang-orang meneriakkan “kematian bagi diktator” -sebuah referensi kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Satu video yang diposting di media sosial diduga menunjukkan anggota paramiliter Pasukan Perlawanan Basij, yang sering digunakan untuk menekan perbedaan pendapat domestik, menyerang para pengunjuk rasa di daerah tersebut. Suara tembakan juga terdengar dalam rekaman video tersebut.

Video lain menunjukkan seorang wanita yang terluka dibawa pergi oleh orang-orang yang berteriak bahwa dia telah ditembak di kaki. Genangan darah terlihat di tanah.

Seorang pendemo yang melihat wanita yang terluka itu mengatakan kepada BBC: “Mereka mulai datang dengan tongkat, mereka mulai memukuli kami. Ketika kami mulai meneriakkan slogan-slogan, mereka mulai membombardir kami dengan tembakan, mereka mulai menembak.”

Terlepas dari laporan-laporan semacam itu, kepala polisi Teheran Brigjen Hossein Rahimi bersikeras bahwa para petugasnya tidak menembakkan peluru langsung kepada para demonstran.

“Polisi memperlakukan orang-orang yang telah berkumpul dengan sabar dan toleransi,” klaimnya, sebelum memperingatkan bahwa “mereka yang berniat memanipulasi situasi” akan menghadapi konsekuensi.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.