Protes anti-pemerintah kembali merebak di Iran pasca jatuhnya pesawat Ukraina

542

Support Us

TEHERAN (Arrahmah.com) – Protes meletus di seluruh Iran di hari kedua pada Minggu (12/1/2020), meningkatkan tekanan pada kepemimpinan Republik Islam setelah mengakui militernya menembak jatuh sebuah pesawat Ukraina secara tidak sengaja, meskipun sebelumnya menolak pasukan Iran harus disalahkan.

“Mereka berbohong bahwa musuh kita adalah Amerika, musuh kita ada di sini,” satu kelompok pengunjuk rasa meneriakkan di luar sebuah universitas di Teheran, menurut video yang diposting di Twitter.

Pos-pos lain menunjukkan demonstran di luar universitas kedua dan sekelompok pengunjuk rasa berbaris ke Lapangan Azadi Teheran, serta protes di kota-kota lain.

Beberapa media yang berafiliasi dengan negara memberitakan laporan protes universitas, yang mengikuti demonstrasi pada Sabtu (11/1) dipicu oleh pengakuan Iran bahwa militernya secara keliru menembak jatuh pesawat pada hari Rabu lalu, menewaskan semua penumpang yang terdiri dari 176 orang.

Pesawat Ukraine International Airlines jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Teheran menuju ke Kiev pada hari Rabu. Sebagian besar penumpangnya adalah adalah warga negara ganda, sementara 57 adalah pemegang paspor Kanada.

Warga ibukota mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah polisi diperbanyak pada Minggu (12/1). Beberapa pengunjuk rasa di Azadi Square pertama kali memanggil petugas di sana untuk bergabung dengan mereka, kemudian mengubah kemarahan mereka pada pihak berwenang, meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah termasuk “Turunlah diktator!” – yang mengacu kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khameini, menurut posting media sosial dan Laporan media Iran.

Kantor berita semi-resmi ILNA mengatakan polisi bergerak untuk membubarkan para pemrotes, yang katanya berjumlah 3.000 orang. Video yang diposting online menunjukkan demonstran berlari dari polisi yang menggunakan pentungan dan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Kemarahan publik muncul setelah beberapa hari penolakan militer bahwa pihaknya harus disalahkan atas kecelakaan itu.

Berita Terkait

“Permintaan maaf dan mengundurkan diri,” tulis harian Etemad moderat Iran dalam sebuah spanduk utama pada Minggu (12/1), menambahkan “permintaan masyarakat bahwa mereka yang bertanggung jawab atas penanganan krisis berhenti.”

Kerusuhan terbaru menambah tekanan yang meningkat pada pemerintah Iran, yang berjuang untuk menjaga ekonomi yang lumpuh bertahan di bawah sanksi ketat AS.

Demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar berubah politik tahun lalu, memicu tindakan keras paling berdarah dalam 40 tahun sejarah Republik Islam. Sekitar 1.500 orang tewas selama kurang dari dua minggu kerusuhan yang dimulai pada 15 November, tiga pejabat Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan kepada Reuters, meskipun kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional menempatkan angka itu jauh lebih rendah dibanding angka sebenarnya dan Iran menyebut laporan itu “berita palsu”.

Mengaku terinsipirasi oleh para demonstran, presiden AS Donald Trump melalui Twitter mengutuk pada pemimpin Iran. Kemudian pada Minggu (12/1), Trump menuturkan dia tidak peduli jika Iran setuju untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat, setelah seorang penasihat senior menyarankan Republik Islam tidak akan memiliki pilihan selain menyetujui pembicaraan.

(Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Morrison risih dengan tuduhan kekejaman Australia di Afghanistan

MELBOURNE (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada hari Sabtu (21/11/2020) bahwa temuan laporan bahwa pasukan khusus negaranya yang diduga menewaskan 39 tahanan tidak bersenjata dan warga sipil di…

Saudi bantah pertemuan MBS dengan Netanyahu

RIYADH (Arrahmah.com) - Saudi membantah laporan bahwa Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu di kerajaan. Radio Israel Army mengklaim Netanyahu melakukan perjalanan rahasia ke Arab…

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

Iklan