Muslim Uighur diwajibkan untuk merenovasi interior rumah mereka sesuai arahan pihak berwenang Cina

671

Support Us

XINJIANG (Arrahmah.com) – Pihak berwenang di Xinjiang memerintahkan masyarakat Uighur untuk “memodernisasi” interior rumah mereka dengan membuang dekorasi etnik tradisional dan menambahkan furnitur, yang sebagian besar untuk kepentingan mayoritas pengusaha Cina Han, kata narasumber.

Dalam beberapa bulan terakhir, para pejabat di Xinjiang telah mempromosikan kampanye “Sanxin Huodong,” atau “Tiga Berita,” untuk memaksa warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya mengganti karpet dan bantal, yang biasanya mereka gunakan sebagai perabotan di rumah mereka, dengan sofa, tempat tidur, dan meja, ungkap narasumber, seorang Muslim Uighur yang tinggal di pengasingan di luar negeri.

Untuk mensukseskan kampanye ini, pihak berwenang di Xinjiang mengalokasikan lebih dari 4 miliar yuan (575 juta USD) untuk “memodernisasi” gaya hidup penduduk di wilayah itu, termasuk menghancurkan desain-desain tradisional Uighur, seperti mihrab, atau ceruk kubah hiasan yang dibangun di dinding atau langit-langit rumah untuk menunjukkan arah kiblat ketika hendak shalat.

Mereka yang tidak mematuhi arahan pihak berwenang berisiko dicap sebagai ekstremis agama dan ditempatkan di jaringan kamp interniran yang luas di kawasan itu, tempat yang diyakini sebagai tempat penahanan sekitar 1,8 juta warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya sejak April 2017.

Setelah menerima informasi tentang pelaksanaan kampanye Sanxin Huodong di kota Nezerbagh, Kashgar, kantor berita RFA berupaya menghubungi pegawai pemerintah di sana yang menolak mengomentari situasi tersebut.

Tetapi pada Kamis (9/1/2020) koresponden RFA di Uighur dapat berbicara dengan anggota kelompok kerja di wilayah Yengisheher (Shule) di prefektur Kashgar yang mengatakan bahwa penduduk terpaksa merenovasi desain rumah mereka  sesuai dengan persyaratan kampanye baru tersebut.

Berita Terkait

“Kampanye Sanxin Huodong dimulai tepat setelah kami pindah ke sini. Pihak berwenang mengadakan pertemuan tentang hal itu setelah upacara pengibaran bendera pada suatu pagi dan kini mereka membahasnya seminggu sekali,” kata salah seorang anggota kelompok kerja yang tidak ingin disebutkan namanya dengan alasan keamanan.

“’Sanxin Huodong’ atau ‘Tiga Berita’ berarti, pertama, setiap rumah harus memiliki sofa, kedua, memiliki tempat tidur, dan ketiga, memiliki meja untuk belajar atau meja belajar untuk anak-anak. Di mana sebelumnya, orang-orang menggunakan tikar atau karpet kempa sebagai perabotan,” jelasnya.

Anggota kelompok kerja tersebut mengatakan bahwa seringkali tempat tidur baru yang dimiliki oleh orang Uighur di rumah mereka diberikan kepada “kerabat” Han Cina resmi yang diahruskan tinggal di rumah tiap keluarga Uighur dan memberikan informasi tentang kehidupan dan pandangan politik mereka sebagai bagian dari “Kampanye Berpasangan dan Menjadi Keluarga ”yang diluncurkan di Xinjiang pada akhir 2017.

“Ya, mereka tidur di tempat tidur bersama keluarga Uighur,” kata anggota kelompok kerja, merujuk pada “saudara”, yang juga membuat tuan rumah diindoktrinasi politik selama mereka berkunjung.

Di sebuah desa di daerah Yengisheher di mana anggota kelompok kerja itu berpusat, mereka mengatakan bahwa “lebih dari 80 persen orang” telah mematuhi kampanye ‘Tiga Berita’.

“Menurut saya, sudah melampaui 80 atau 90 persen,” kata anggota kelompok kerja itu. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Sembuh dari Covid-19, Mardigu Berharap Banyak Penyintas Sukarela Donorkan Plasma Darah

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengusaha Mardigu Wowiek Prasantyo atau yang dikenal warganet dengan sebutan 'Bossman Sontoloyo' mengungkapkan dirinya sembuh dari virus Corona atau Covid-19 berkat terapi plasma darah. Dia dinyatakan positif…

Netanyahu janjikan kunjungan ke Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan mengunjungi Bahrain "segera" atas undangan Putra Mahkota negara Teluk Salman al-Khalifa. Bahrain mengikuti Uni Emirat Arab (UEA) dalam…

Turki-Saudi sepakat selesaikan masalah melalui dialog

RIYADH (Arrahmah.com) - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat dalam panggilan telepon untuk meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan perselisihan yang luar biasa melalui dialog, kata…

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Azerbaijan: Armenia ubah kota Aghdam menjadi puing-puing

AGHDAM (Arrahmah.com) - Penduduk Aghdam, yang diduduki Armenia selama 27 tahun, mengatakan pada Sabtu bahwa kota itu berubah menjadi kota yang hancur. Di Aghdam, tempat tentara Armenia mundur pada 20 November, hampir tidak ada bangunan…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Iklan