Berita Dunia Islam Terdepan

Pasca Soleimani, ribuan pasukan AS lainnya berduyun-duyun ke Timteng

2.344

Support Us

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Amerika Serikat mengirim hampir 3.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah dari Divisi Lintas Udara ke-82 sebagai tindakan pencegahan di tengah meningkatnya ancaman terhadap pasukan Amerika di kawasan itu, kata para pejabat AS, kemarin (3/1/2020).

Iran berjanji akan membalas dendam setelah serangan udara AS di Baghdad pada Jumat (3/1) menewaskan Qassem Soleimani, komandan militer paling terkemuka di Teheran dan arsitek perang yang pengaruhnya semakin besar di Timur Tengah.

Serangan yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump ini dilansir sebagai peningkatan dramatis dalam “perang bayangan” di Timur Tengah antara Iran versus Amerika Serikat serta sekutunya.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pasukan ini akan bergabung dengan sekitar 750 pasukan yang dikirim ke Kuwait awal pekan ini.

Presiden Donald Trump membela diri bahwa ia memerintahkan pembunuhan Qassem Soleimani untuk menghentikan perang, bukan memulai perang, dengan mengatakan komandan militer Iran sedang merencanakan serangan terhadap Amerika.

Berita Terkait

“Soleimani merencanakan serangan yang mengerikan dalam waktu dekat terhadap para diplomat dan personel militer Amerika, tetapi kami telah menghentikannya,” kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago, kemarin (3/1).

“Kami mengambil tindakan semalam untuk menghentikan perang. Kami tidak mengambil tindakan untuk memulai perang,” kata Trump, menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak mencari perubahan rezim di Iran.

Sebelumnya, seorang pejabat senior AS di Iran mengatakan bahwa Soleimani merencanakan serangan segera terhadap fasilitas dan pekerja AS di Irak, Lebanon, Suriah, dan negara-negara lain.

Brian Hook, perwakilan khusus AS untuk Iran, mengatakan kepada Al Arabiya TV bahwa serangan itu akan membunuh ratusan orang Amerika.

Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters awal pekan ini bahwa ribuan pasukan tambahan dapat dikirim ke wilayah itu dan telah diperintahkan siaga untuk ditempatkan.

Sejak Mei, Amerika Serikat telah mengirim sekitar 14.000 tentara tambahan ke Timur Tengah. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Revolusi Mental Jokowi Versus Revolusi Akhlaq HRS

Oleh: Ustadz Irfan S. Awwas Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin JAKARTA (Arrahmah.com) - Setiap manusia, kafir maupun muslim, secara mutlak memiliki tiga macam unsur kehidupan, sejak dilahirkan sampai mati. Yaitu, fisik, prilaku,…

Rezim Suriah buka museum Bassel Al-Assad di tengah krisis ekonomi

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah membuka museum baru yang didedikasikan untuk saudara Presiden Bashar Asad, Bassel Al-Assad, ketika negara itu mengalami krisis ekonomi dan kekurangan gandum dan bahan bakar yang parah.…

Patriark Serbia Penyangkal Genosida Muslim Bosnia, Meninggal Karena Covid-19

MONTENEGRO (Arrahmah.com) – Pemimpin Gereja Orthodoks Serbia telah meninggal dunia akibat Covid-19 dalam usia 90 tahun. Patriark Irinej dibawa ke rumah sakit pada awal November setelah menghadiri pemakaman kepala Gereja Orthodoks Serbia di…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Aktivis oposisi Armenia blokir jalan di Yerevan, memprotes kebijakan Pashinyan

YEREVAN (Arrahmah.com) - Aktivis oposisi memblokir beberapa jalan utama Yerevan pada Kamis (19/11/2020), seorang koresponden TASS melaporkan dari situs tersebut. Mereka menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Nikol Pashinyan. Saat…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Parlemen Turki setujui pengerahan pasukan di Nagorno-Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Parlemen Turki menyetujui pengerahan pasukan untuk bergabung dengan pasukan Rusia di sebuah pos pengamatan di Nagorno-Karabakh setelah Armenia dan Azerbaijan menandatangani gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia…

Iklan