16 orang tewas setelah topan dengan kecepatan 200 km per jam hantam Filipina

508

BORACAY (Arrahmah.com) – Topan yang menghantam desa-desa terpencil dan daerah wisata populer di Filipina tengah pada Rabu (25/12/2019) merenggut sedikitnya 16 nyawa, kata pihak berwenang, pada Kamis (26/12).

Topan Phanfone, dengan kecepatan mencapai 200 kilometer (125 mil) per jam, menghancurkan atap rumah-rumah dan merobohkan tiang-tiang listrik saat menghantam Filipina pada Rabu (25/12) siang.

Iklan

Dari video yang terekam, tampak pohon-pohon tumbang dan angin kencang menghantam rumah-rumah. Pejabat penanggulangan bencana setempat menebang pohon untuk membersihkan jalan yang terhalang.

Setidaknya 16 orang tewas di desa-desa dan kota-kota di Visayas, ungkap pejabat lembaga bencana Filipina.

Topan Phanfone juga melewati daerah Boracay, Coron dan tempat wisata lainnya yang terkenal karena pantai berpasir putihnya dan populer di kalangan wisatawan asing.

Akses telepon seluler dan internet di Boracay terputus hingga Kamis (26/12), membuat kepanikan dan sulitnya mendapatkan informasi mengenai kerusakan yang terjadi di sana.

“Tetap saja, jalur komunikasi dan listrik masih padam,” kata Jonathan Pablito, kepala polisi kota Melayu di provinsi Alkan, yang berada di pulau tetangga Boracay, kepada AFP.

Pablito mengatakan layanan feri antara Boracay dan Aklan masih belum beroperasi meskipun badai telah berlalu.

“Penjaga pantai belum memberikan informasi kepada kami terkait kapan kapal akan diizinkan berlayar. Sejak tanggal 24 semua yang pergi ke pulau dan datang dari pulau tidak dapat menyeberang,” ungkapnya.

Bandara di kota Kalibo di Aklan, yang melayani penerbangan menuju Boracay, rusak parah, menurut seorang turis Korea yang terdampar di sana dan memberikan gambar kepada AFP.

“Jalan masih diblokir, tetapi beberapa upaya telah dilakukan untuk memperbaiki kerusakan. Ini sangat buruk,” kata Jung Byung-joon melalui messenger Instagram.

“Segala sesuatu dalam jarak 100 meter dari bandara terlihat rusak. Ada banyak orang frustrasi di bandara karena penerbangan telah dibatalkan,” imbuhnya.

“Taksi masih beroperasi tetapi cuaca berangin dan masih hujan sehingga tidak ada yang mau meninggalkan bandara, termasuk saya,” pungkasnya. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Baca artikel lainnya...
Komentar
Loading...

Rekomendasi untuk Anda

Berita Arrahmah Lainnya

Banner Donasi Arrahmah