Erdogan soal pengiriman pasukan ke Libya: Tripoli minta bulan depan

466

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki akan mengirim pasukan ke Libya atas permintaan Tripoli segera bulan depan, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pada Kamis (26/12/2019), menempatkan konflik negara Afrika utara di pusat gesekan regional yang lebih luas.

Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional telah menangkis serangan selama berbulan-bulan yang dilancarkan pasukan Jenderal Khalifa Haftar di Libya timur, yang telah didukung oleh Rusia, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Bulan lalu, Ankara menandatangani dua perjanjian terpisah dengan GNA, yang dipimpin oleh Fayez al-Serraj, satu mengenai kerja sama keamanan dan militer dan satu lagi mengenai batas-batas laut di Mediterania timur.

“Karena ada undangan (dari Libya) sekarang, kami akan menerimanya,” kata Erdogan. “Kami akan meletakkan RUU tentang pengiriman pasukan ke Libya dalam agenda segera setelah parlemen dibuka.”

Undang-undang akan disahkan sekitar 8-9 Januari, katanya.

Berita Terkait

Sementara itu, menteri dalam negeri GNA, Fathi Bashagha, mengungkapkan dalam komentar kepada wartawan di Tunis bahwa belum ada permintaan resmi seperti itu yang dibuat Tripoli.

“Jika situasinya meningkat dan kemudian kami memiliki hak untuk mempertahankan Tripoli dan penduduknya … kami akan mengajukan permintaan resmi kepada pemerintah Turki untuk mendukung kami secara militer sehingga kami mengusir hantu pasukan tentara bayaran,” kata Bashagha, Kamis (26/12).

Selama berminggu-minggu, Ankara telah menandai kemungkinan misi militer di Libya, yang selanjutnya akan memperluas pasukan bersenjatanya kurang dari tiga bulan setelah meluncurkan serangan ke Suriah timur laut terhadap milisi Kurdi.

Turki telah mengirim pasokan militer ke GNA meskipun ada embargo senjata PBB, menurut laporan AS bulan lalu.

Pemerintah Tripoli dan pasukan Haftar tidak segera bersedia bereaksi atas komentar Erdogan.

Erdogan mengunjungi Tunisia pada Rabu (25/12) untuk membahas kerja sama terkait kemungkinan gencatan senjata di negara tetangga Libya. Pada Kamis (26/12), ia mengatakan Turki dan Tunisia telah setuju untuk mendukung GNA. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Tidak rela rumahnya dibongkar petugas, seorang wanita bakar diri

TEHERAN (Arrahmah.com) - Insiden mengejutkan tentang seorang wanita yang membakar dirinya di provinsi Hormozgan di Iran selatan telah menimbulkan kemarahan dan kemarahan yang meluas di seluruh negeri, lapor Anadolu Agency. Insiden itu…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

Berdalih dihujani roket Palestina, Zionis lancarkan serangan udara di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke dalam wilayahnya, militer Zionis mengklaim pada Minggu (22/11/2020). Tidak dilaporkan adanya…

Ratusan Ribu Orang Iringi Pemakaman Ulama Kharismatik Pakistan

LAHORE (Arrahmah.com) – Ratusan ribu pelayat menghadiri pemakaman ulama kharismatik Pakistan Khadim Hussain Rizvi (54) di kota Lahore meski pemerintah melarang perkumpulan publik karena pandemi Covid-19, Sabtu (21/11/2020). Rizvi…

MBS diduga perintahkan Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin ke…

RIYADH (Arrahmah.com) - Pernyataan salah satu badan agama terkemuka Arab Saudi baru-baru ini yang memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris, disinyalir merupakan keputusan politik yang dibuat berdasarkan perintah dari Putra…

Drone Turki lancarkan serangan di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Sebuah pesawat tak berawak Turki dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah utara provinsi Al-Raqqa pada Ahad (22/11/2020), Kantor Berita rezim Suriah SANA melaporkan. Menurut laporan tersebut, Angkatan…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

Houtsi serang Aramco di Jeddah

JEDDAH (Arrahmah.com) - Militer Yaman yang didukung Houtsi mengumumkan telah menargetkan stasiun distribusi Aramco di kota pelabuhan Saudi di Jeddah menggunakan rudal presisi tinggi bersayap Quds-2. Juru bicara militer Brigadir Jenderal…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Meski Ada Sejumlah Bukti, Arab Saudi Bantah Pertemuan Rahasia Dengan PM "Israel"

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Ahad (22/11/2020) untuk bertemu dengan…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Iklan