Cina, Rusia, Iran akan perlihatkan manuver bersama di Teluk Oman

285

Support Us

BEIJING (Arrahmah.com) – Cina, Iran, dan Rusia akan mengadakan latihan bersama angkatan laut mulai Jumat di Samudra Hindia dan Teluk Oman, kata kementerian pertahanan Cina pada Kamis (26/12/2019), di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah antara Iran dan Amerika Serikat.

Cina akan mengirim Xining, sebuah perusak rudal, ke dalam latihan yang akan berlangsung hingga Senin, dan dimaksudkan untuk memperdalam kerja sama antara angkatan laut ketiga negara, kata juru bicara kementerian Wu Qian dalam jumpa pers bulanan.

Latihan itu adalah “pertukaran militer normal” antara ketiga angkatan bersenjata dan sejalan dengan hukum dan praktik internasional, kata Wu.

“Itu tidak harus terhubung dengan situasi regional,” katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Teluk Oman adalah jalur air yang sangat sensitif karena terhubung ke Selat Hormuz – di mana sekitar seperlima dari lintasan minyak dunia – yang pada gilirannya terhubung ke Teluk.

Latihan tersebut juga akan terjadi di tengah ketegangan memuncak antara Amerika Serikat dan Iran.

Berita Terkait

Gesekan telah meningkat sejak tahun lalu ketika Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran tahun 2015 dengan enam negara dan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran.

Washington telah mengusulkan misi angkatan laut yang dipimpin AS setelah beberapa serangan pada Mei dan Juni terhadap kapal dagang internasional, termasuk kapal tanker Saudi, di perairan Teluk yang oleh Amerika Serikat dipersalahkan kepada Iran. Iran membantah tuduhan itu.

Ketegangan meningkat di kawasan itu tidak hanya karena program nuklir Iran yang disengketakan tetapi juga atas serangan September terhadap fasilitas minyak Saudi yang disalahkan pada Iran oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi. Iran juga membantah terlibat.

Cina memiliki hubungan diplomatik, perdagangan, dan energi yang erat dengan Iran.

Tetapi Cina juga memiliki hubungan yang baik dengan saingan regional Iran, Arab Saudi, yang berarti negara itu telah lama harus menginjak garis halus di bagian dunia di mana ia secara tradisional memiliki pengaruh yang jauh lebih kecil daripada Amerika Serikat, Rusia, Prancis atau Inggris.

Presiden Cina, Xi Jinping, kemungkinan akan mengunjungi Arab Saudi tahun depan karena merupakan tuan rumah KTT G20 2020. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Turki: Kami beda dalam 2 hal dengan AS

ANKARA (Arrahmah.com) - Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin kemarin (22/11/2020) mengungkapkan poin ketidaksepakatan yang paling menonjol antara negaranya dan Amerika Serikat. "Apakah Joe Biden tiba di Gedung Putih atau…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Rusia lancarkan serangan kuat di Latakia timur, targetkan benteng Jihadi

LATAKIA (Arrahmah.com) - Pasukan Rusia melancarkan beberapa serangan udara di wilayah timur laut Latakia, menargetkan benteng utama jihadi di wilayah Jabal Al-Akrad. Menurut laporan lapangan dari provinsi Latakia, pasukan Rusia…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

Turki-Saudi sepakat selesaikan masalah melalui dialog

RIYADH (Arrahmah.com) - Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat dalam panggilan telepon untuk meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan perselisihan yang luar biasa melalui dialog, kata…

Saudi yakin Biden hadirkan stabilitas di Timteng

RIYADH (Arrahmah.com) - Menlu Arab Saudi mengatakan pada Sabtu (21/11/2020) ia percaya diri bahwa Joe Biden dan Demokrat yang akan mendominasi pemerintah AS di masa mendatang akan mengeluarkan kebijakan yang menolong kawasan Timur Tengah…

Iklan