Aceh provinsi paling toleran di dunia

722

Support Us

BANDA ACEH (Arrahmah.com) – Ketua Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA, menegaskan Aceh termasuk provinsi yang paling toleran di Indonesia, bahkan dunia.

Hal ini juga seperti yang disampaikan oleh walikota Banda Aceh Aminullah ketika mendapat kunjungan dari forkompinda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Blitar (15/11/2018).

Yusran menyampaikan hal tersebut menanggapi rilis indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) 2019 yang disampaikan oleh Menteri Agama (menag) RI di kantor Kementerian Agama RI Jakarta Pusat (Rabu, 11/12/2019) yang menempatkan Aceh sebagai provinsi urutan terakhir dari 34 provinsi di Indonesia.

“Tahun 2018 Kementrian Agama kota Banda Aceh bersama FKUB Banda Aceh mendeklarasikan Banda Aceh sebagai Kota ramah dan sangat kondusif kehidupan antar umat beragama,” kata Yusran dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/12/2019).

Yusran menambahkan, ini juga diakui oleh umat kristen, Hindu dan Budha yang berdomisili di Banda Aceh.

Sebelumnya pada tahun 2017, lanjut Yusran, Pemko Banda Aceh menobatkan sebuah desa di kota Banda Aceh yang bernama Gampong Mulia sebagai Gampong Sadar Kerukunan setelah melalui penilaian tim Kanwil Kemenag Aceh dan FKUB.

Desa ini dihuni oleh berbagai etnit dan agama (Islam, Budha, Kristen Katolik dan Protestan). Meskipun demikian, tidak ada kasus konflik bermotif agama di desa ini sejak dulu sampai hari ini.

“Meskipun penduduk Aceh hampir seratus persen muslim, namun kebebasan beragama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing tetap diakui dan dihormati,” jelasnya.

Tempat-tempat ibadah bagi non muslim diizinkan sesuai aturan izin mendirikannya. Tidak ada larangan mendirikan rumah ibadah bagi agama selain Islam kecuali bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Begitu pula tidak ada larangan mereka beribadah di tempat ibadahnya masing-masing. Bahkan warga non muslim bisa tinggal berdampingan dengan umat Islam.

Di Banda Aceh, ujar Yusran, ada masjid, gereja, vihara, dan Kelenteng. Juga ada sekolah kristen yang bernama Metodis. Bahkan beberapa forum FKUB dari berbagai daerah di Indonesia datang khusus ke Banda Aceh untuk meniru toleransi kehidupan beragama.

“Ini menunjukkan toleransi kehidupan beragama di Aceh berjalan dengan baik dan harmonis,” tegasnya.

Menurut Yusran, ini semua fakta yang menunjukkan kehidupan beragama di Aceh sangat toleran dan baik.

Berita Terkait

Maka, lanjutnya, pernyataan rilis Kemenag RI yang menempatkan Aceh sebagai provinsi terburuk dalam masalah kerukunan beragama itu tidak benar, karena bertentangan fakta yang ada.

Yusran juga menyebut kebenaran hasil survei Kemenag ini masih diragukan dan dipertanyakan.

“Atas dasar apa Kemenag menetapkan Aceh sebagai daerah paling buruk dalam Kerukunan Umat Beragama? Metodelogi apa yang digunakan dalam survei? Sampelnya siapa? Berapa orang? Agamanya apa?” tanyanya.

Pernyataan ini, menurut Yusran, telah menjelekkan Aceh dan syariat Islam di Aceh, merugikan pemerintah Aceh dan rakyat.

Selama ini, kata Yusran, syariat Islam diberlakukan di Aceh. Pernyataan ini telah memberikan stigma buruk terhadap syariat Islam di Aceh.

Yusran juga menyebut rilis tersebut juga melukai perasaan dan hati umat Islam Indonesia.

Provinsi yang mayoritas umat Islam seperti Aceh, Sumbar, Jawa Barat, Banten, Riau, NTB dan lainnya mendapat rangking paling buruk di bawah rata-rata nasional.

Ini bermakna tidak toleran dan mendapat stigma buruk. Sebaliknya, provinsi yang mayoritas non muslim seperti papua, maluku, Bali, Sulawesi Utara, NTT dan yang sering terjadi konflik beragama justru dikatakan toleran dan mendapat prestasi rangking paling tinggi dalam indeks Kerukunan Umat Beragama.

“Ini aneh. Ada apa sebenarnya?” tanyanya.

Yusran menilai, nampaknya survei ini dibuat sesuai dengan pesan sponsor dari pihak tertentu yang bertujuan untuk mendiskreditkan Islam dan umat Islam di Indonesia, khususnya umat Islam dan syariat Islam di Aceh.

Menurut Yusran, survei seperti itu tidak ada manfaatnya, hanya membuat keributan dan memecah belah bangsa.

“Sebenarnya, untuk apa survei seperti ini? Tidak ada manfaat sedikitpun. Yang ada justru buat masalah dan keributan serta memecah belah umat dan bangsa. Ini namanya radikalisme,” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.com)

 

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Sejarah militer Australia di Afghanistan

SYDNEY (Arrahmah.com) - Penyelidikan independen telah menemukan informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan tak bersenjata dan warga sipil di Afghanistan, dimana komando senior memaksa tentara…

Netanyahu dan Mohammed bin Zayed Masuk Nominasi Nobel Perdamaian

TEL AVIV (Arrahmah.com) – Kantor Perdana Menteri "Israel", Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan pada Selasa (24/11/2020) jika ia telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Usulan nominasi itu, menyusul kesepakatan normalisasi…

ISIS serang Baghdad, 6 pasukan keamanan Irak tewas

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Enam personel keamanan Irak dan tiga warga sipil tewas dalam penyergapan pada Sabtu (21/11/2020) yang dilakukan oleh kelompok ISIS di utara Baghdad, kata polisi dan seorang pejabat setempat. Sumber polisi…

Pemboman di Suriah utara tewaskan 29 pejuang pro-Turki

AL BAB (Arrahmah.com) - Dua puluh sembilan orang tewas pada Selasa (24/11/2020) oleh bahan peledak dalam tiga insiden terpisah di beberapa bagian Suriah utara di sepanjang perbatasan dengan Turki, menurut laporan kelompok pemantau. Tidak…

Iklan