Berita Dunia Islam Terdepan

Moeldoko: "Pemerintah Indonesia tidak akan ikut campur mengenai masalah Muslim Uighur di Cina"

832

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan ikut campur mengenai masalah Muslim Uighur di Xinjiang, Cina. Menurutnya hal tersebut merupakan urusan dalam negeri Cina, dan setip negara memiliki kedaulatan untuk mengatur warga negaranya.

“Pemerintah RI tidak akan ikut campur dalam urusan negara Cina mengatur persoalan dalam negerinya. Itu prinsip-prinsip dalam standar hubungan internasional,” tutur Moeldoko pada Senin (23/12/2019) di Kantor Staf Kepresidenan, sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Sebelumnya, pada Selasa (17/12) Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian bertemu dengan Moeldoko di kantornya yang terletak di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Xiao QIan menjelaskan bahwa pemberitaan mengenai tindakan represif Cina terhadap Muslim Uighur tidak benar.

“Persoalan di Xinjiang sama dengan kondisi di negara lain, ini upaya kami memerangi terorisme,” ujarnya.

Berita Terkait

Terlepas dari apa yang diungkapkan oleh Xiao Qian, sebanyak 22 negara anggota PBB telah mengecam tindakan yang dilakukan Cina terhadap Muslim Uighur. Di antaranya adalah Inggris, Jerman, dan Selandia Baru.

Permasalahan megenai Muslim Uighur kembali hangat dibicarakan setelah medi-media internasional menguak dokumen rahasia milik Cina yang bocor. Dalam dokumen tersebut terungkap bahwa pemerintah komunis Cina secara sistematis berusaha untuk memasukkan Muslim Uighur ke dalam penjara yang mereka sebut kamp re-edukasi.

Kyle Olbert, direktur operasi Gerakan Kebangkitan Nasional Turkistan Timur yang berada di Amerika, menyebut apa yang kini dilakukan Cina sebagai genosida di dalam penjara. Mengingat tidak jelas batas waktu yang dijatuhkan kepada para tahanan Muslim Uighur.

“Jika mereka membunuh 10.000 orang dalam sehari, maka dunia akan mengecamnya, tetapi jika mereka hanya menjaga agar orang-orang itu (Muslim Uighur) tetap berada di dalam penjara dan membiarkan para tahanan itu mati secara alami, maka dunia tidak akan menyadarinya. Saya pikir itulah siasat yang tengah Cina lakukan,” katanya. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.