Demonstrasi menentang RUU Kewarganegaraan anti-Muslim di India renggut 26 nyawa

238

Support Us

UTAR PRADESH (Arrahmah.com) – Korban tewas akibat demonstrasi menentang RUU kewarganegaraan kontroversial di seluruh India naik menjadi 26 orang pada Ahad (22/12/2019) kata polisi setempat.

Pusat demonstrasi terletak di negara bagian utara Uttar Pradesh (UP), di mana mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Pemerintah negara bagian mengatakan telah menangkap enam orang yang mengenakan pakaian Islam, namun pihak berwenang menyalahkan mereka dengan tuduhan kekerasan.

Layanan Internet telah diputus di beberapa distrik di negara bagian hingga Senin (23/12).

Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan yang disahkan pekan lalu memberikan kewarganegaraan kepada umat Hindu, Sikh, Jain, dan Kristen dari Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh, tetapi menghalangi naturalisasi bagi umat Islam.

Para pemimpin Muslim percaya bahwa undang-undang baru akan dikaitkan dengan pelatihan nasional di mana setiap warga negara akan diminta untuk membuktikan kewarganegaraan India.

Lebih dari 100 orang juga telah ditangkap di berbagai bagian negara sehubungan dengan demonstrasi, kata seorang pejabat, sebagaimana dilansir Daily Sabah.

Serangan terhadap hukum yang disahkan melalui parlemen oleh pemerintah nasionalis Hindu India pada 11 Desember menandai pertikaian terkuat sejak Modi pertama kali terpilih pada 2014.

Negara India memiliki jumlah penduduk lebih dari 1,3 miliar, di mana 80% adalah umat Hindu, sedangkan umat Muslim sebanyak 14%, yang berarti India termasuk negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Ada pertanyaan yang berkembang tentang sikap pemerintah, yang dipimpin oleh partai nasionalis Hindu Modi, terhadap 172 juta Muslim India.

Undang-undang tersebut memberikan kewarganegaraan kepada non-Muslim dari tiga negara tetangga. Modi mengatakan Muslim dari Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan tidak dilindungi oleh undang-undang kewarganegaraan karena mereka tidak memerlukan perlindungan India.

Undang-undang kewarganegaraan dikeluarkan setelah adanya pencabutan status khusus wilayah Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim, dan putusan pengadilan yang membuka jalan bagi pembangunan kuil Hindu di lokasi masjid Babri, yang dihancurkan oleh para fanatik Hindu.

Sebelumnya pemerintah telah mewajibkan proses pendaftaran kewarganegaraan ulang yang kontroversial di negara bagian Assam di India timur laut yang dimaksudkan untuk menyingkirkan orang-orang yang berimigrasi ke negara itu secara ilegal. Hampir 2 juta orang di Assam dikeluarkan dari daftar, baik beragama Hindu ataupun Muslim, dan telah diminta untuk membuktikan kewarganegaraan mereka atau dianggap sebagai orang asing. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

AS Tutup 10 Pangkalan Militer di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.com) – Amerika Serikat (AS) menutup setidaknya 10 pangkalan di Afghanistan, setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari lalu. Pejabat Afghanistan dan AS mengonfirmasi penutupan…

Anies Baswedan Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI Jakarta mengabarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19. "Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar virus COVID-19," demikian kabar…

Ubah Gaya Hidup, Kasus HIV-AIDS Pun Meredup

(Arrahmah.com) - Belum beres mengatasi pandemi Covid 19, negeri ini pun sebenarnya masih punya PR dalam masalah penanganan kasus kesehatan lainnya, yaitu HIV-AIDS (Human Imun Vyrus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Ia merupakan virus…

Harian Iran: Teheran harus bidik Haifa jika "Israel" ada di balik terbunuhnya Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Sebuah opini yang diterbitkan oleh surat kabar Iran pada hari Minggu (29/11/2020) menyarankan Iran harus menyerang kota pelabuhan Haifa "Israel" jika negeri Zionis melakukan pembunuhan seorang ilmuwan yang terkait…

Bendera Azerbaijan dikibarkan di kota Lachin yang baru dibebaskan

LACHIN (Arrahmah.com) - Tentara Azerbaijan memasuki wilayah Lachin pada Selasa setelah 28 tahun pendudukan oleh pasukan Armenia dan mengibarkan bendera nasional Azerbaijan di pusat kota. Dalam gambar yang dibagikan oleh Kementerian…

Houtsi klaim rebut wilayah di selatan Saudi

NAJRAN (Arrahmah.com) - Gerakan Ansarallah (pasukan Houtsi) megklaim telah mencetak kemajuan besar baru-baru ini di wilayah selatan Arab Saudi, menyusul operasi besar di dalam wilayah Al-Dahrah di Provinsi Najran. Menurut klaim yang…

Prancis akan memeriksa 76 Masjid, sebagai bentuk tindakan keras kepada Muslim

PARIS (Arrahmah.com) - Prancis akan memeriksa 76 masjid dalam beberapa hari mendatang dalam operasi besar-besaran, yang belum pernah terjadi sebelumnya, melawan apa yang disebut separatisme, kata menteri dalam negeri negara itu pada Rabu…

Sekjen Liga Muslim Dunia: Muslim Prancis harus menghormati hukum Prancis atau pergi!

ARAB SAUDI (Arrahmah.com) – Pernyataan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa, memicu kontroversi dan kecaman di media sosial beberapa hari terakhir ini. Kecaman muncul pasca Al Issa mengatakan, dalam…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

Turki tangkap 11 orang terduga ISIS

IZMIR (Arrahmah.com) - Sebanyak 11 orang yang diduga terkait dengan ISIS ditangkap di provinsi Izmir barat Turki, kata kantor kejaksaan provinsi pada Kamis (3/12/2020). Menurut keterangan kantor, Ramazan O, dengan nama sandi Abu Haris,…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

'Israel' peringatkan warganya agar tidak bepergian ke UEA dan Bahrain

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke UEA dan Bahrain karena khawatir akan tanggapan Iran terhadap pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh, Al-Khaleej Online melaporkan.…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah