India blokir internet dan berlakukan jam malam setelah dua tewas dalam protes

183

Support Us

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Otoritas menutup internet di beberapa bagian utara India pada Jumat (20/12/2019) dan memberlakukan jam malam di sebuah kota di selatan setelah dua orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa yang marah atas undang-undang kewarganegaraan yang mendiskriminasi umat Islam.

Protes telah menyebar ke seluruh India sejak pemerintah nasionalis Hindu mendorong undang-undang baru melalui parlemen pekan lalu, dan menandai pertikaian terkuat sejak Perdana Menteri Narendra Modi meraih kekuasaan pada 2014.

Kematian terakhir di kota pesisir selatan Mangaluru membuat jumlah korban tewas dari kekerasan terkait protes menjadi tujuh orang.

Seorang juru bicara polisi mengatakan 20 petugas terluka dalam bentrokan di Mangaluru, dan jam malam diberlakukan di sana hingga tengah malam pada 22 Desember.

“Pasukan polisi dikerahkan di seluruh kota dan situasi hukum dan ketertiban saat ini cukup damai dan semuanya terkendali,” klaim juru bicara kepolisian, Guru Kamat.

Di Uttar Pradesh, negara bagian terpadat di India, dan negara yang telah menjadi pusat ketegangan komunal antara umat Hindu dan Muslim, pihak berwenang memerintahkan internet seluler dan layanan pesan teks di tujuh distrik untuk diblokir hingga Sabtu.

Berita Terkait

Awanish Kumar Awasthi, pejabat negara yang mengeluarkan perintah itu, mengatakan langkah itu bertujuan mencegah situasi semakin memburuk. Polisi di Uttar Pradesh juga mengklam telah menahan sekitar 100 tersangka pembuat onar.

Di New Delhi, polisi menempatkan keamanan ekstra di sekitar Masjid Jama, salah satu masjid terbesar di negara itu, menjelang sholat Jumat (20/12).

Sementara itu, sayap perempuan partai ooposisi utama berdemonstrasi di luar rumah Menteri Dalam Negeri Amit Shah yang memimpin perubahan dalam hukum kewarganegaraan yang menetapkan agama sebagai salah satu kriteria untuk memberikan kewarganegaraan.

Undang-undang baru ini memudahkan orang-orang dari minoritas non-Muslim di Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan yang menetap di India sebelum 2015 untuk mendapatkan kewarganegaraan India.

Para kritikus mengatakan pengucilan Muslim itu diskriminatif, dan pemberian kewarganegaraan berdasarkan agama merongrong konstitusi sekuler India.

Lawan melihat hukum sebagai langkah terbaru oleh pemerintah Modi untuk meminggirkan Muslim, yang merupakan 14% dari populasi India. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Mesut Ozil serukan umat Islam untuk bungkam Islamofobia dengan kebaikan

LONDON (Arrahmah.com) - Pesepakbola Jerman keturunan Turki Mesut Ozil menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia untuk membalas Islamofobia yang tengah meningkat di beberapa negara di dunia dengan kebaikan. Dalam postingan Twitternya…

Obama akui gagal 'tangani' Suriah

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Mantan Presiden AS Barack Obama telah mengakui bahwa pemerintahannya gagal menangani "tragedi Suriah" selama masa kepresidenannya. Dalam wawancara dengan saluran Jerman NTV , Obama mengungkapkan: "Di bidang…

Erdogan dan Raja Salman Sepakat Tingkatkan Hubungan

ANKARA (Arrahmah.com) –Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sepakat memperbaiki hubungan bilateral dan menyelesaikan berbagai masalah lewat dialog. Kedua pemimpin itu berbicara melalui telepon menjelang…

Erdogan Deportasi 9.000 Terduga Teroris Asing

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyinggung tentang peran Turki melawan terorisme saat menyampaikan pidato di KTT G20 pada Ahad (22/11/2020). Dia mengatakan negaranya telah menangkap dan mendeportasi hampir…

Anggota DPR: Layanan calling visa bagi "Israel" merupakan pengkhianatan UUD '45

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menilai segala bentuk kerjasama antara Indonesia dengan "Israel" merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sebab menurut Sukamta, menghapuskan…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Turki jatuhi hukuman penjara seumur hidup terhadap pelaku kudeta 2016

ANKARA (Arrahmah.com) - Pengadilan Turki telah menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap 337 mantan pilot dan tersangka lainnya atas rencana untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam upaya kudeta yang gagal empat tahun lalu,…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Fadli Zon: Ada Otak Kotor yang Tidak Suka Anies dan Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Imam Besar FPI Habib Rizieq oleh pihak kepolisian. Ia menilai, pemanggilan kedua tokoh tersebut lantaran…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Prancis akan menuntut bahkan mendeportasi keluarga Muslim yang menentang karikatur Nabi Muhammad

PARIS (Arrahmah.com) - Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa pemerintah akan mengklasifikasikan protes yang dilakukan orang tua siswa yang marah saat seorang guru menunjukkan karikatur Nabi…

Iklan