Pengamat terorisme: Cina komunis butuh proxy di Indonesia untuk menutupi kebiadaban terhadap Muslim Uighur

1.660

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harist Abu Ulya, mengatakan Cina komunis butuh proxy di Indonesia untuk menutupi kebiadaban terhadap Muslim Uighur

Menurut Harist, dari berbagai sumber berita yang kredibel menunjukkan realitas yang tidak terbantahkan soal tindakan biadab pemerintah China Komunis terhadap etnis Uighur (muslim Xinjiang secara umum) yang notabene mayoritas beragama Islam (muslim).

“Perlakuan diskriminatif, intimidasi, kekerasan fisik, penjara penjara besar yang di beri label kamp re-edukasi, bahkan regulasi yang melegitimasi kebijakan tidak humanis dibuat. Semua itu secara sistemik di alami umat muslim dari tangan besi pemerintah China Komunis. Muslim Uighur-Xinjiang menjadi korban dan sengaja dikorbankan,” jelasnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12/2019).

Muslim Uighur-Xinjiang yang bisa lolos dari “zona neraka” seperti itu menceritakan apa adanya.

Harist menilai, pemerintah Cina Komunis tentu tidak ingin “bangkai busuk” kebiadaban yang digelar atas muslim Uighur-Xinjiang terbongkar dihadapan mata dunia.

Jika kebongkar secara vulgar, lanjutnya, akan berpengaruh kepada interpendensi Cina dalam konstelasi Global dimana Cina berusaha membangun dominasi dengan beragam strateginya.

“Karena sisa saja isu pelanggaran HAM berat dimainkan oleh rival Cina untuk mencari keuntungan dan bisa merugikan kepentingan politik dan ekonomi Cina Komunis. Maka niscaya “proxy war” digelar oleh pemerintahan Cina di negara-negara dunia terutama negeri-negeri muslim dan Indonesia masuk dalam prioritas,” ujarnya.

Berita Terkait

Harist menjelaskan, pendekatan ekonomi melalui pinjaman (utang) atau Investasi Cina di Indonesia menjadi point yang bisa dimainkan untuk menjadikan penguasa Indonesia adalah boneka Cina Komunis.

“Investasi bisa dipakai sebagai amunisi untuk membungkam pejabat Indonesia agar tidak mengusik Cina terkait persoalan Uighur-Xinjiang,” terangnya.

Lebih jauh lagi, ujar Harist, iklim opini yang berkembang di publik perlu di kendalikan oleh Cina. Maka Cina perlu orang-orang yang bisa jadi “jubir” pemerintah Cina untuk membangun opini dan mengendalikan persepsi publik soal sikap pemerintah China terhadap Muslim yang ada di wilayah Xinjiang.

“Pendekatan yang lazim adalah dengan menfasilitasi kunjungan ormas-ormas tertentu ke negara China dengan desain tertentu. Atau pemberian donasi kepada ormas-ormas tertentu dan harapan dari ragam pendekatan itu adalah Cina punya “Proxy” yang bisa menutup kebiadaban yang terjadi,” ungkap Harist.

Harist menjelaskan, dalam “proxy war” suatu yang niscaya orang-orang opurtunis di Indonesia dengan jabatan atau posisi yang saat ini dimiliki ia menjadi “abdi dalem” kepentingan Cina Komunis.

“Pendekatan “cingcai” ke person atau kelompok tertentu masih menjadi alternatif yang dianggap efektif dilakukan oleh Cina Komunis untuk menjaga kepentingannya,” tutup Harist.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Erdogan: "Penghinaan terhadap Nabi Muhammad bukan bagian dari kebebasan"

ANKARA (Arrahmah.com) - Menghina kepercayaan orang lain bukan bagian dari kebebasan, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, sebagai kritik atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di negara-negara Barat. "Anda telah mengikuti dengan…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Kapal Turki tinggalkan Mediterania Timur

ANKARA (Arrahmah.com) -Sebuah kapal penelitian Turki di tengah pertengkaran dengan Yunani mengenai potensi kekayaan gas di Mediterania timur telah kembali ke pelabuhan, kata kementerian energi Turki, Senin (30/11/2020). Kapal survei…

Pakar ICMI: Bima Arya Tidak Berhak Paksa Habib Rizieq Tes Covid-19 Ulang

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah menanggapi desakan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugoarto, agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib M. Rizieq Shihab, dilakukan tes Covid-19…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Anies Baswedan Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI Jakarta mengabarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif Covid-19. "Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkonfirmasi bahwa dirinya dinyatakan positif terpapar virus COVID-19," demikian kabar…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

Pasukan keamanan Irak mulai ditempatkan di Sinjar

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Pasukan keamanan Irak pada Selasa mulai melaksanakan rencana penempatannya di pusat distrik Sinjar di provinsi Niniwe utara. "Rencana untuk mengerahkan pasukan keamanan di pusat Sinjar telah dilaksanakan oleh…

Gantz hadapi tekanan dari partainya untuk bubarkan Knesset

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Anggota Partai Biru dan Putih "Israel" menekan pemimpin mereka Benny Gantz, Menteri Pertahanan "Israel", dan Perdana Menteri Pengganti, untuk membubarkan Knesset dan memaksa negara itu memasuki pemilihan keempatnya…

Turki: Pusat pengawasan Nagorno-Karabakh mulai dibangun

ANKARA (Arrahmah.com) - Pembangunan pusat pengawasan bersama Turki-Rusia untuk memantau gencatan senjata di Nagorno-Karabakh telah dimulai, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan pada hari Rabu (2/12/2020). Dia mengatakan pusat…

Afiliasi Al Qaeda Serang 3 Pangkalan Militer Prancis di Mali

BAMAKO (Arrahmah.com) – Kelompok  yang terkait dengan Al Qaeda meroket pangkalan militer Prancis di Kidal, Menaka, dan Gao, di Mali utara dalam waktu beberapa jam pada Senin (30/11/2020). Meskipun kamp-kamp itu terkena tembakan, tidak…

Iklan