Khalilzad klaim negosiasi AS-Taliban ada di tahap krusial

356

Support Us

KABUL (Arrahmah.com) – Zalmay Khalilzad, utusan AS untuk rekonsiliasi di Afghanistan, mengatakan pembicaraan damai telah mencapai “tahap penting” di tengah dorongan baru untuk mencapai kesepakatan dengan Taliban demi mengakhiri perang 18 tahun di negara itu.

Dalam serangkaian tweet pada Rabu (18/12/2019), Khalilzad mengatakan ia telah mengakhiri perjalanan dua harinya ke Kabul, dan menyebutnya sebagai “perjalanan produktif”, di mana ia bertemu Presiden Ashraf Ghani, Kepala Eksekutif Abdullah Abdullah, mantan Presiden Hamid Karzai, aktivis hak-hak perempuan dan para pemimpin politik lainnya.

“Kami membahas upaya untuk mencapai pengurangan kekerasan dan membuka jalan menuju negosiasi intra-Afghanistan,” ia men-tweet.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor presiden, Ghani mengatakan Khalilzad menjelaskan kepadanya tentang pembicaraan baru-baru ini dengan Taliban di ibukota Qatar, Doha, dan dengan berbagai pejabat Pakistan.

“Baik Khalilzad dan presiden membahas gencatan senjata dan ‘tempat perlindungan aman Taliban di luar Afghanistan’,” lapor media lokal Afghanistan, TOLOnews, mengutip pernyataan itu.

Juru bicara Ghani, Sediq Seddiqi mengatakan, Khalilzad dan Ghani membahas beberapa topik, termasuk perlunya gencatan senjata.

“Presiden juga menyatakan keprihatinannya tentang berlanjutnya kekerasan oleh Taliban,” kata Sediqqi.

Seorang pejabat Taliban di Doha, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa gencatan senjata di Afghanistan akan terjadi ketika sebuah perjanjian ditandatangani, merujuk pada kesepakatan yang sedang dibahas antara AS dan Taliban.

“Bagaimana kita bisa menerapkan gencatan senjata ketika AS masih membombardir dan melakukan operasi konduksi di beberapa wilayah Afghanistan? Gencatan senjata di negara itu hanya akan mungkin terjadi ketika kedua pihak menandatangani perjanjian,” katanya.

Perjalanan Khalilzad ke Kabul terjadi setelah AS dan Taliban menghentikan pembicaraan mereka di Doha setelah serangan Taliban terhadap pangkalan militer AS di Bagram pekan lalu yang menewaskan dua warga sipil Afghanistan dan melukai lebih dari 70 orang.

Pembicaraan dilanjutkan kembali awal bulan ini setelah Presiden AS Donald Trump melakukan perjalanan Hari Thanksgiving yang mengejutkan untuk mengunjungi tentara Amerika yang ditempatkan di Afghanistan.

Trump telah membatalkan pembicaraan pada September setelah serangan Taliban di Kabul yang menewaskan seorang tentara AS.

Presiden AS ini telah menyatakan frustrasi dengan perang 18 tahun di Afghanistan, mengatakan ia ingin membawa pulang sekitar 12.000 tentara Amerika. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

110 Petani Dibantai di Nigeria Akhir Pekan Ini

NIGERIA (Arrahmah.com) – Sedikitnya 110 orang tewas dalam serangan akhir pekan terhadap para petani di bagian timur laut Nigeria. Banyak pihak menuduh kelompok militan Islam yang aktif di daerah tersebut sebagai pelaku, meskipun belum ada…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

1 juta warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Blokade "Israel" terhadap Jalur Gaza telah merugikan Palestina lebih dari $ 16 miliar dan mendorong lebih dari satu juta orang di bawah garis kemiskinan hanya dalam waktu lebih dari 10 tahun, menurut laporan baru…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

Menteri Denmark: Ummat Islam Denmark Harus Dukung Seks Pra Nikah

KOPENHAGEN (Arrahmah.com) – Mattias Tesfaye, Menteri Luar Negeri dan Integrasi Denmark, mengatakan pernyataan kontroversial dalam sebuah unggahannya di sosial media usai pertemuan dengan beberapa ulama Muslim. Ia mengatakan bahwa perempuan…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

Relawan Sosial Inggris Tauqir Sharif Akhirnya Dibebaskan HTS

IDLIB (Arrahmah.com) – Relawan sosial Inggris Tauqir “Tox” Sharif akhirnya dibebaskan oleh kelompok perlawanan Suriah HTS di Idlib, Selasa (24/11/2020). Tox telah ditahan oleh HTS sejak bulan Agustus dan mengatakan dia disiksa oleh…

Tidak ada penghormatan bagi tahanan Palestina yang meninggal di penjara "Israel"

JALUR GAZA (Arrahmah.com) - Pintu rumah keluarga Baroud telah ditutup untuk selamanya. Penghuninya, Raya Baroud dan putra satu-satunya, Fares, tewas di bawah tekanan pendudukan "Israel". Keluarga tersebut telah menanggung rasa sakit dan…

Habib Rizieq Akan Diperiksa Polisi, HRS Center: Tak Adil dan Politis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Rencana pemanggilan Habib Rizieq Syihab (HRS) oleh Polda Metro Jaya dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dinilai tidak adil dan terlihat politis terlihat Hal tersebut disampaikan Direktur Habib…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Iklan

Banner Donasi Arrahmah