Berita Dunia Islam Terdepan

Pentagon desak Irak lindungi pangkalan AS dari serangan

651

Support Us

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan pada Senin (16/12/2019) bahwa ia berbicara dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi di tengah serentetan serangan terhadap pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak dan meminta Baghdad untuk mengambil langkah-langkah demi mengendalikan situasi.

Seorang pejabat senior militer AS memperingatkan pekan lalu bahwa serangan oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran di pangkalan yang menjadi tuan rumah pasukan AS di Irak mendorong semua pihak lebih dekat ke eskalasi yang tidak terkendali.

Serangan roket yang menargetkan pangkalan-pangkalan Irak di mana anggota koalisi yang dipimpin AS juga ditempatkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir tanpa ada klaim tanggung jawab dari pihak mana pun.

“Kami membutuhkan bantuan mereka untuk memastikan keamanan ada di bawah kendali dan stabil, tetapi kami juga masih mempertahankan hak kami untuk membela diri dan kami akan melaksanakannya,” kata Esper kepada wartawan setelah perjalanan ke Eropa.

Ditanya siapa yang berada di balik serangan roket baru-baru ini, Esper mengatakan: “Kecurigaan saya adalah bahwa Iran berada di balik serangan-serangan ini, seperti mereka berada di balik banyak perilaku memfitnah di seluruh wilayah, tetapi sulit untuk dijabarkan.”

Sebelumnya pada Senin (16/12), kantor Abdul Mahdi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Esper mendesak perdana menteri untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS menjadi sasaran.

Abdul Mahdi memperingatkan Esper bahwa tindakan sepihak dapat memiliki konsekuensi negatif yang akan sulit dikendalikan dan dapat membahayakan kedaulatan Irak.

Abdul Mahdi mengundurkan diri bulan lalu di bawah tekanan dari protes massa anti-pemerintah. Dia menjalankan tugasnya dalam kapasitas sementara.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat sebagai akibat dari sanksi AS yang memukul Teheran dengan keras. Kedua belah pihak juga saling menyalahkan atas serangan terhadap instalasi minyak, depot senjata milisi dan pangkalan yang menjadi tuan rumah pasukan AS. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah