Berita Dunia Islam Terdepan

Menyusul aksi pembakaran Al-Quran, Muslim Norwegia akan bagikan 10.000 Al-Quran

349

Support Us

OSLO (Arrahmah.com) – Setelah terjadinya insiden pembakaran Al-Quran, Asosiasi Muslim Norwegia mengumumkan pada Kamis (5/12/2019) bahwa mereka akan mendistribusikan 10.000 Al-Quran dengan terjemahan Norwegia dalam upaya untuk memerangi rasisme dan kebencian.

Upaya ini akan menjadi kolaborasi antara Asosiasi Mulim Norwegia dengan Asosiasi Sastra Islam dan masjid Minhajul Quran, serta Asosiasi Seni dan Budaya Muslim Norwegia.

Keputusan itu diambil setelah kelompok sayap kanan ekstrem mencoba membakar salinan kitab suci Muslim dalam sebuah protes di Kristiansand, sebuah kota yang dihuni oleh para migran.

Anggota organisasi pencegah berkembangnya Islam di Norwegia atau Stop the Islamization of Norway (SION) yang hendak membakar Al-Quran berhasil dicegah setelah Qushai Rashed, seorang pemuda Muslim asal Palestina, dengan berani menendangnya, namun pemimpin kelompok itu melemparkan Al-Quran ke dalam tempat sampah.

Sejumlah negara seperti Turki, Pakistan, dan Iran bereaksi keras terhadap insiden 16 November dengan mengeluarkan kecaman resmi mereka.

“Kami ingin menanggapi tindakan negatif dengan menyebarkan cinta dan pengetahuan seperti yang diajarkan oleh Al-Quran,” kata Asosiasi Seni dan Budaya Muslim dalam sebuah pernyataan yang mengindikasikan bahwa Al-Quran akan dibagikan melalui Internet.

Duta Besar Turki untuk Oslo, Fazli Corman mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kantornya dengan cermat mengikuti perkembangan yang menyangkut kesejahteraan komunitas Muslim Norwegia.

Corman mengatakan sesaat sebelum insiden di Kristiansand, Menteri Kehakiman dan Imigrasi Joran Kallmyr mengatakan pembakaran Al-Quran dianggap sebagai kebebasan berbicara dan mengatakan kepada polisi untuk tidak melarang pembakaran Al-Quran.

Setelah menerima reaksi dari komunitas Muslim, Kallmyr mengadakan pertemuan dengan Dewan Islam Norwegia.

“Menteri Kallmyr, yang bertemu dengan perwakilan Dewan Islam kemarin, mengatakan bahwa Norwegia menjauhkan diri dari organisasi anti-Islam dan mengatakan tidak memberikan dukungan apa pun kepada organisasi ini,” kata Corman.

Kallmyr mengatakan bahwa keselamatan komunitas Muslim Norwegia sama pentingnya dengan warga negara Norwegia. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan