Berita Dunia Islam Terdepan

Erdogan: "Tidak ada terorisme Islam, dan Islam tidak menghasilkan teroris"

525

Support Us

CAMBRIDGE (Arrahmah.com) – Seorang Muslim tidak bisa menjadi teroris dan Islam tidak menghasilkan teroris, ungkap presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (5/12/2019), sekali lagi menolak istilah “terorisme Islam”.

Recep Tayyip Erdogan mengatakan rasisme, diskriminasi, dan Islamofobia telah menyebar seperti racun ivy di negara-negara yang dulu dipandang sebagai tempat lahir demokrasi.

Pernyataan tersebut diungkakan Erdogan saat menghadiri upacara peresmian Masjid Pusat Cambridge yang ia hadiri bersama ibu negara Emine Erdogan dan sekelompok pejabat tinggi Turki.

Dia melakukan perjalanan ke Cambridgeshire untuk menghadiri upacara dari London, di mana dia tiba lebih awal minggu ini untuk menghadiri KTT para pemimpin NATO.

Erdogan mengatakan bahwa tempat kerja, rumah dan tempat-tempat ibadah umat Muslim dan imigran menjadi sasaran rasis dan fasis hampir setiap hari.

“Wanita Muslim dilecehkan dalam serangan Islamofobia hanya karena mereka mengenakan jilbab,” kata Erdogan, sebagaimana dilansir Anadolu Agency. Dia juga menambahkan bahwa orang Yahudi, orang kulit hitam dan siapa pun yang terlihat berbeda ditargetkan dalam serangan yang serupa.

Berita Terkait

“Serangan yang menargetkan tempat-tempat ibadah telah mencapai dimensi yang luar biasa,” tambahnya, mengingat serangan masjid di Selandia Baru, serangan gereja di Sri Lanka dan sinagoge di AS.

Dia mengatakan, “Ratusan orang tak berdosa terbunuh dan puluhan dari mereka terluka dalam serangan itu.”

“Jika tempat-tempat ibadah dibakar, dibom dan warga sipil terbunuh di sana, itu berarti lonceng alarm berbunyi untuk kemanusiaan.”

“Sebagai warga Turki, kami telah mengatakan terorisme adalah musuh bersama,” imbuhnya.

“Anda tidak bisa menyatukan kata-kata teror dan Islam. Jika Anda terus melakukannya, maka kami mengutuk mereka yang melakukannya. Seorang Muslim tidak bisa menjadi teroris dan Islam tidak menghasilkan teroris,” Erdogan menegaskan.

“Kami tidak menerima etiket terorisme Islam, meskipun beberapa orang masih bersikeras untuk tetap mempopulerkannya,” pungkasnya. (rafa/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah