Gus Muwafiq sebut masa kecil Nabi rembes, ini penjelasan Buya Yahya

3.274

Support Us

CIREBON (Arrahmah.com) – Ceramah Gus Muwafiq yang menyebut masa kecil Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam rembes dan biasa saja telah memicu kegaduhan.

Ceramah Gus Muwafiq dinilai merendahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

“Sekarang ini digambarkan nabi lahir itu seperti ini, seperti ini. Nabi lahir biasa saja, nggak usah tiba-tiba dibuat bersinar. Kalau bersinar ketahuan, dipotong sama temannya Abrahah. Ada yang menceritakan, nabi lahir bersinar sampai langit. Kalau begitu ya dicari orang Yahudi, dibunuh. Biasa saja, lahir. Masa kecilnya rebes, ikut mbah. Anak kecil itu kalau ikut mbah pasti tidak terlalu terurus, di mana-mana. Mbah itu di mana saja kalau mengurusi anak kecil itu tidak bisa,” kata Muwafiq dalam ceramahnya yang berbahasa Jawa.

Menanggapi hal tersebut, ulama asal Cirebon, Kiyai Yahya Zainul Maarif, atau kerap disapa Buya Yahya angkat suara.

Dalam ceramahnya yang disiarkan melalui channel Youtube Al-Bahjah TV, Senin (2/12/2019), pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah ini berpesan kepada semua pihak, khususnya umat Islam, jika berbicara mengenai Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka harus berhati-hati dan waspada Jangan sampai masuk ke wilayah merendahkan baik sengaja maupun tidak sengaja.

“Waspada, jangan sampai kita masuk wilayah merendahkan. Baik sengaja maupun tidak sengaja, tetap salah. Kalau kita punya kalimat yang merendahkan Nabi dengan sengaja, maka kita keluar dari iman. Kalau tidak sengaja, ceroboh kita. Maka tetap harus waspada. Hati-hati kalau kita bicara tentang sifat Nabi,”  Yahyajelas Buya.

Jika dia umat Islam, lanjutnya, maka orang itu tidak akan merendahkan Nabi dengan alasan apa pun. Bahkan di dalam pikiran pun, umat Islam tidak boleh merendahkan Nabi Muhammad.

Menurut Buya Yahya, kalau mengaku perindu dan pecinta Nabi dan membaca sejarah, tidak akan berani ngomong yang tidak pantas tentang Nabi Muhammad.

Berita Terkait

“Kalau anda perindu dan pecinta Nabi, dan membaca sejarah, enggak akan berani anda ngomong yang tidak pantas untuk Nabi. Enggak mungkin. Masa kecil Nabi berbeda dengan orang lain. Nabi dengan keistimewaannya. Bagaimana saat berjalan dipayungi oleh mendung dan seterusnya,” tutur Buya Yahya.

Buya Yahya mengungkapkan, masa kecil Nabi Muhammad hingga diangkat menjadi seorang Nabi, sangat istimewa. Keistimewaan ini yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Nabi Muhammad adalah manusia sempurna.

“Mengagumkan Baginda Nabi. Kalau anda baca sejarah Nabi, akan tahu semuanya. Bagaimana masa kecil Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jangan sampai ada orang yang mensifati masa kecil Nabi dengan sifat-sifat yang tidak pantas. Itu kan sifatku dan sifatmu. Ya mungkin kita kotor dan sebagainya. Tapi kalau Nabi, tidak bisa,” tuturnya.

Buya Yahya menegaskan, kalau di hati ada kekaguman dan cinta pada Nabi, tidak akan bisa menyamakan Nabi dengan diri kita

“Enggak bisa. Apa pun bentuknya. Karena itu Nabi Muhammad. Enggak bakal bisa. Ini yang pertama. Nabi Muhammad dengan segala keistimewaannya, dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tandasnya.

Berikut video lengkap penjelasan Buya Yahya.

(ameera/arrahmah.com)

 

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Israel Lancarkan Serangan Artileri ke Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Pasukan pendudukan penjajah Zionis, pada Sabtu malam (21/11/2020), kembali melancarkan serangan artileri ke sebuah pos kendali lapangan di Jalur Gaza utara, tak lama setelah jatuhnya sebuah roket yang ditembakkan dari…

Wagub DKI Diperiksa Hari Ini Terkait Acara Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, penyidik Polda Metro Jaya juga akan memanggil Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria untuk dimintai keteranggan pada hari ini, Senin…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

Lima napi tewas setelah pelarian diri massal dari penjara Libanon

BEIRUT (Arrahmah.com) - Pihak berwenang di Libanon telah melancarkan operasi pengejaran setelah hampir 70 narapidana melarikan diri dari penjara setelah mendobrak pintu sel mereka dan menyerang penjaga penjara. Pembobolan penjara massal…

Aramco pastikan pelanggannya tak terpengaruh oleh serangan Houtsi

RIYADH (Arrahmah.com) - Raksasa minyak Saudi Aramco mengatakan pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan Houtsi Yaman di pabrik distribusi produk minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi. Salah satu tank fasilitas dihantam…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Iklan