Meski disanksi AS, Iran tetap jual minyak

Iranian Vice President Eshaq Jahangiri speaks during a news conference after a meeting with Iraq's top Shi'ite cleric Grand Ayatollah Ali al-Sistani in Najaf, south of Baghdad, February 18, 2015. REUTERS/Alaa Al-Marjani/File Photo
151

TEHERAN (Arrahmah.com) – Iran masih menjual minyaknya meskipun ada sanksi AS terhadap ekspor Teheran, kata Wakil Presiden negara itu, Eshaq Jahangiri, dikutip pada Senin (2/12/2019) oleh TV pemerintah, menambahkan bahwa “tekanan maksimum” Washington telah gagal menelikung Teheran.

“Meskipun ada tekanan dari Amerika … dan sanksi yang dijatuhkan pada ekspor minyak kami, kami masih terus menjual minyak kami dengan menggunakan cara lain … bahkan saat negara-negara sahabat telah berhenti membeli minyak mentah kami karena takut akan hukuman Amerika,” ujar Jahangiri.

Hubungan antara kedua musuh ini mencapai titik krisis tahun lalu setelah Presiden AS Donald Trump meninggalkan pakta JCPOA 2015 antara Iran dan kekuatan dunia di mana Teheran menerima pembatasan untuk program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Washington telah menerapkan kembali sanksi yang bertujuan untuk menghentikan semua ekspor minyak Iran, dengan mengatakan pihaknya berusaha untuk memaksa Iran untuk bernegosiasi demi mencapai kesepakatan yang lebih luas. Teheran telah menolak pembicaraan kecuali jika Washington kembali ke perjanjian nuklir dan mencabut semua sanksi.

“Mereka gagal membawa ekspor minyak kita ke nol seperti yang direncanakan,” kata Jahangiri. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.