Abaikan tekanan AS, Turki akan uji coba S-400

Russian servicemen stand next to a new S-400 "Triumph" surface-to-air missile system after its deployment at a military base outside the town of Gvardeysk near Kaliningrad, Russia March 11, 2019. REUTERS/Vitaly Nevar/File Photo
1,081

ANKARA (Arrahmah.com) – Pesawat-pesawat tempur F-16 milik Turki akan terbang di atas ibu kota negara itu, Ankara, hari ini (25/11/2019) untuk menguji pertahanan rudal S-400 Rusia yang baru, kata media Turki, kendati ada tekanan dari Washington agar Turki membatalkan sistem itu.

Pembelian S-400 oleh Ankara dan pengirimannya berikutnya pada Juli telah menjadi sumber utama gesekan dengan Amerika Serikat, yang mengatakan sistem itu tidak kompatibel dengan pertahanan NATO dan menimbulkan ancaman bagi jet tempur siluman F-35 milik Lockheed Martin.

Kantor gubernur provinsi mengumumkan pada Minggu (24/11) bahwa F-16 milik Angkatan Udara Turki dan pesawat lainnya akan melakukan penerbangan dataran rendah dan tinggi di atas Ankara pada Senin dan Selasa untuk menguji proyek sistem pertahanan udara.

Penyiar CNN Turki dan media lainnya mengatakan secara khusus bahwa penerbangan itu untuk menguji sistem radar S-400.

Para ahli mengatakan laporan tersebut memiliki dampak negatif pada lira, yang melemah menjadi 5,7380 terhadap dolar dari penutupan 5,7140 pada Jumat pekan lalu. Ketegangan dalam hubungan AS-Turki memainkan peran utama dalam hampir 30 persen penurunan nilai lira tahun lalu.

Baru-baru ini, tepatnya Kamis lalu, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada wartawan bahwa Turki perlu “menyingkirkan” sistem tersebut. Komentar itu muncul setelah Presiden Tayyip Erdogan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.

Trump mengatakan setelah itu bahwa akuisisi kontroversial Turki menciptakan “tantangan serius” bagi Washington ketika ia menambahkan para pejabat akan “segera” bekerja untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Washington telah menangguhkan Turki dari program F-35, yang merupakan pembeli dan produsen, untuk menghukumnya karena pembelian S-400. Pihaknya telah memperingatkan kemungkinan sanksi AS atas kesepakatan tersebut tetapi belum memberlakukannya.

Trump telah memberi tahu Erdogan bahwa Washington siap untuk menjual sistem Patriot AS Ankara jika membatalkan sistem Rusia. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.