Berita Dunia Islam Terdepan

Anies Baswedan setuju penggunaan Monas oleh Alumni 212

763

Support Us

JAKARTA (Arrahmah.com) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesdan membenarkan telah memberi izin penggunaan monumen nasional kepada alumni 212. Pada 2 Desember nanti, alumni 212 akan melakukan reuni.

“Dari DKI memberi izin tempat, izin keramaian dari kepolisian,” kata Anies, Jakarta, Jumat (22/11/2019), lansir Merdeka.com.

Sebelum memberikan izin, lanjut Anies, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat keamanan dan kejaksaan yang dihadiri oleh Anies, Pangdam, Kapolda dan Kajati. Rapat dilakukan pada Selasa lalu.

Dari hasil rapat tersebut disetujui penggunaan Monas oleh alumni 212.

“Secara prinsip dari diskusi itu akan mendapat izin,” tandasnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, pihaknya telah mendengar adanya rencana reuni Akbar 212.

“Adanya rencana reuni Akbar 212, memang untuk kegiatan kegiatan yang berkenaan dengan pengumpulan maasa itu adalah hak,” tutur Argo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Meski unjuk rasa demonstrasi menjadi hak warga negara, lanjut Argo, tetap ada aturan yang harus dipatuhi.

“Nanti kalau misalnya ada surat pemberitahuan ke Kepolisian, nanti akan kita analisa. Kita juga memerlukan dari kirka intelijen karena seperti apa,” jelas dia.

Perkiraan Keadaan (kirka) intelijen, dimaksudkan untuk menghitung seberapa banyak personel yang diturunkan, juga berbagi peta titik pengamanan.

“Tentunya nanti kita akan kerja sama dengan TNI untuk pengamanan seandainya nanti surat pemberitahuan sudah masuk ke kepolisian,” terangnya.

Reuni Akbar 212 tahun ini merupakan kali ketiga yang dilakukan PA 212. Kegiatan ini bermula dari aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 di Monumen Nasional, Jakarta.

Saat itu umat Islam Indonesia mempermasalahkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang bernada SARA. Acara itu kemudian bergulir setiap tahun di tanggal dan tempat yang sama.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau GNP Ulama, Yusuf Martak, menyebutkan reuni tahun 2019 ini rencananya akan berupa acara berdoa bagi bangsa dan kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan