Gempa M 7,1 SR guncang Malut, peringatan dini tsunami dicabut

146

TERNATE (Arrahmah.com) – Maluku Utara diguncang gempa bumi dengan magnitudo 7,1 pada pukul 23.17 WIB, Kamis (14/11/2019). Gempa susulan terus terjadi di Maluku Utara maupun Sulawesi Utara. Kali ini, di Bitung, Sulawesi Utara.

Dikutip dari akun twitter BMKG, gempa susulan di Bitung bermagnitudo 5,5 terjadi di 130 Kilometer timur laut Bitung pada pukul 05.34 WIB. Koordinat gempa di 1,60 lintang utara (LU) dan 126,29 bujur timur (BT) dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

Sebelumnya juga terjadi gempa bermagnitudo 5,2 di Halmahera Barat, Maluku Utara pada pukul 05.15 WIB. Pusat gempa berada di 128 kilometer (km) Barat Laut Halamahera Barat dengan koordinat 1,75 LU dan 126,51 BT.

Kedalaman gempa 10 km dan tidak berpotensi tsunami. Sebelumnya gempa dengan magnitudo 5,3 terjadi di Jailolo, Maluku Utara pada pukul 04.37 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 1,49 LU dan 126,39 BT dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di Laut 128 km Barat Laut Jailolo.

Gempat tersebut tidak berpotensi tsunami, namun dirasakan hingga Manado.

Sebelumnya, sekitar 04.12 WIB juga telah terjadi gempa dengan maginitudo 6,1. Koordinator gempa berada di 1,66 LU dan 126,36 BT, dengan pusat gempa berada di laut 139 km Barat Laut Jailolo. Kedalaman gempa 10 km dan tidak berpotensi tsunami, namun gempa dirasakan di Manado, Ternate dan Tagulandang.

Selain itu, gempa juga terjadi di Bitung, Sulawesi Utara dengan magnitudo 5,2 sekitar pukul 04.07 WIB di 134 km timur laut Bitung. Sebelum itu, BMKG merilsi telah terjadi gempa dengan magnitudo 7,4 yang kemudian di perbarui menjadi magnitudo 7,1

Gempa terjadi pukul 23.17 WIB dengan pusat gempa berada di laut 134 Barat Laut Jailolo, Maluku Utara dengan kedalaman gempa 73 km berpotensi tsunami. Lokasi gempa berada di 1,67 Lintang Utara, 126, 39 Bujur Timur. Gempa ini dirasakan begitu keras di Bitung, Manado, Gorontalo sampai Ternate dan setelah itu, terjadi beberapa kali gempa susulan.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku. Berdasarkan hasil analisis meknisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa dirasakan di Bitung dan Manado IV-V MMI, di mana guncangan dirasakan oleh hampir semua orang. Gempa juga dirasakan di Gorontalo, Halmahera, dan Ternate.

“Laporan sementara ada kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah di Manado,” kata dia dalam keterangannya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan gempa ini berpotensi tsunami dengan status ancaman waspada dengan estimasi tinggi tsunami kurang dari 0,5 meter untuk daerah Minahasa Utara Bagian Selatan. Namun peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir pada Jumat, 15 November 2019 pukul 01.45 WIB.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.