Berita Dunia Islam Terdepan

Erdogan sayangkan kurangnya komitmen AS dalam penuhi tanggung jawab gencatan senjata Suriah

267

Support Us

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Selasa (12/11/2019) bahwa ia akan memberi tahu mitranya dari AS, Donald Trump, bahwa Washington harus berbuat lebih banyak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang mereka sepakati dalam rangka menghentikan serangan Turki di Suriah.

Saat ia bersiap untuk pergi ke Washington, Erdogan mengatakan kepada wartawan, “Saya akan mengatakan kepadanya, menyertakan sejumlah dokumen, bahwa perjanjian yang kami capai dalam operasi belum sepenuhnya dilaksanakan.”

Turki membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat pada 17 Oktober untuk menangguhkan serangan militernya di Suriah utara. Sebagai imbalannya, Washington memastikan penarikan pasukan Kurdi Suriah dari “zona aman” yang diusulkan.

Ankara menyepakati perjanjian terpisah dengan Rusia beberapa hari kemudian di mana Moskow setuju untuk memastikan penarikan pasukan Kurdi dari daerah-daerah yang berdekatan.

Turki melancarkan serangan bulan lalu untuk mendorong militan Kurdi kembali dari perbatasannya dan memberi ruang bagi pemulangan pengungsi Suriah.

Namun Erdogan mengatakan “kelompok-kelompok teror” Kurdi masih belum meninggalkan kota-kota utama, termasuk Manbij, Tal Abyad, Qamishli, dan Tal Rifaat.

“Sayangnya, sampai sekarang tidak mungkin untuk mengatakan kelompok-kelompok teror telah menarik diri dari wilayah itu,” katanya.

“Baik Rusia maupun Amerika Serikat tidak dapat menyingkirkan kelompok-kelompok teror dalam waktu dan hari tertentu.”

Pemimpin Turki itu mengatakan dia akan mengangkat masalah ini dengan Trump, dan setelah kembali, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon.

Kunjungan Erdogan ke Washington terjadi di tengah ketegangan yang menimpa hubungan bilateral keduanya karena perselisihan tentang konflik Suriah dan Dewan Perwakilan Rakyat AS mengakui pembunuhan massal orang-orang Armenia satu abad yang lalu sebagai genosida.

Tetapi Erdogan berkata, “Meskipun terdapat kabut dalam hubungan kami, kami sepakat … dengan Tuan Trump untuk meningkatkan hubungan.” (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan