Ustadz Harist Abu Ulya: Jangan sampai isu radikalisme yang diarahkan kepada umat Islam menjadi "proyek kedok"

1.001

Support Us

BOJONEGORO (Arrahmah.com) – Pengasuh Ponpes Tahfidz Qur’an (PPTQ) Al Bayan, Bojonegoro, Jawa Timur, dan juga pemerhati kontra teroris, Ustadz Harits Abu Ulya meminta semua pihak yang peduli kepada kerukunan, kebersamaan dan kedamaian agar bisa kembali ke nalar yang jernih dan hati yang lapang.

Ia berharap pihak yang menyudutkan umat dan agama Islam agar memperlebar sudut pandangnya serta tidak melihat dengan satu sisi saja.

“Jangan sampai isu radikalisme menjadi industri pintu masuk untuk mengoyak dan mengadu domba rakyat,” ujar Ustadz Harits kepada Harian Terbit, Senin (28/10/2019).

Ustadz Harits mengatakan, jangan sampai isu radikalisme yang diarahkan ke umat dan agama Islam menjadi “proyek kedok” yang dampaknya sangat destruktif terhadap tatanan sosial yang ada, dan akhirnya membuat anak bangsa lupa pada problem komplek yang lebih krusial untuk segera di pecahkan; seperti kemiskinan, kwalitas SDM, kedaulatan di bidang energi, pangan dan sektor-sektor kebutuhan primer rakyat.

“Jujurlah wahai penguasa dan punggawanya, siapa dan apakah yang menjadi ancaman aktual saat ini terhadap kedaulatan NKRI dengan segenap tumpah darah yang dikadungnya,” tandasnya.

Berita Terkait

Sementara itu, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA).212 Habib Novel Bamukmin mengungkapkan, yang menjadi kegaduhan besar bagi umat beragama saat ini adalah masalah penistaan agama yamg sangat akut.

Sehingga, menurutnya, adanya penistaan agama bisa menyebabkan pecah belah bangsa ini. Bahkan ketika ada ulama yang membela agamanya dicap sebagai pelaku kriminalitas dan langsung dimasukan ke dalam tahanan.

“Padahal PKI yang sudah jelas terbukti biadabnya malah mendapatkan tempat di negara ini. Padahal komunis ancaman buat seluruh agama di Indonesia untuk itu Menag wajib  diganti dengan ulama yang lurus serta berpengetahuan yang luas sehingga  bisa mengayomi umat seluruh agama umumnya dan umat islam khususnya,” paparnya.

Novel menilai, umat Islam harus mendapatkatkan perhatian yang lebih logis, proporsional dan adil. Bukan diskriminasi yang tidak sesuai dengan  sila pertama Pancasila bahwa agama harus dilindungi dan diberi kebebasan kepada para pengikutnya untuk diamalkan secara penuh.

Apalagi, lanjutnya, Islam adalah rahmatan lil alamin yang segala konsekwensinya sudah dijamin melindungi dan menghormati agama agama lain yamg resmi di negara ini.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Enam pasukan khusus Somalia tewas dalam serangan bom ranjau

MOGADISHU (Arrahmah.com) - Enam anggota pasukan khusus Somalia Danab tewas dalam serangan bom Asy Syabaab Senin malam (23/11/2020), pasukan keamanan di negara Tanduk Afrika itu mengonfirmasi kepada media lokal. Sebuah kendaraan yang…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Jatuh Bangun Partai Islam

Oleh : War Yati (Arrahmah.com) - Baru-baru ini ada dua partai yang telah mendeklarasikan diri untuk terjun di kancah perpolitikan. Kedua partai tersebut adalah Partai Masyumi Baru dan Partai Umat bentukan Amien Rais. Di masa pemerintahan…

Ledakan berturut-turut di pasar Bamyan mengakibatkan 14 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka

BAMYAN (Arrahmah.com) - Ledakan berturut-turut yang terjadi di provinsi Bamyan tengah, salah satu daerah di Afghanistan yang relatif aman, pada Selasa (24/11/2020) telah menyebabkan 14 orang tewas, kata pejabat setempat. Menurut…

Kabarnya dikunjungi "Israel", namun Sudan 'tidak sadar'

KHARTOUM (Arrahmah.com) - Pemerintah Sudan pada Selasa (24/11/2020) membantah memiliki informasi tentang kunjungan delegasi "Israel" ke Khartoum yang diumumkan sehari sebelumnya oleh seorang pejabat dari Tel Aviv. "Kabinet tidak…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Kapolres Bogor Bantah Habib Rizieq Kabur dari Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Kapolres Kota Bogor Kombes Hendri F membantah Habib Rizeq Shihab kabur dari Rumah Sakit Ummi Bogor. Ia menegaskan, Habib Rizieq pulang, bukan kabur. "Meninggalkan rumah sakit, kategori kabur bukan. Siapa yang…

Serangan udara "Israel" bunuh 8 militan pro-Iran

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Serangan udara "Israel" di Suriah menewaskan sedikitnya delapan pejuang yang beroperasi di milisi pro-Iran, kelompok pemantau mengatakan pada Rabu (25/11/2020). Serangan itu menargetkan depot senjata dan situs…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

Iklan