Berita Dunia Islam Terdepan

Dua pegawai Kementerian PUPR dipanah OTK di Papua, korban luka parah

392

Support Us

PAPUA (Arrahmah.com) – Dua pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan karyawan PT. Agung Mulia Iriana diserang dengan menggunakan busur panah oleh sekelompok orang tak dikenal pada Jumat (25/10/2019).

Aksi penyerangan terjadi di Jalan Gunung, Distrik Dekai, Papua.

Menurut kerengan Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal berdasarkan informasi dari rekan korban, rombongan karyawan saat itu hendak menuju ke Kali Seng untuk mengecek proyek pekerjaan jalan.

Saat tiba di Kali Bele Km 45, mereka melihat ada truk yang sedang mogok di pinggir jalan. Rombongan kemudian berhenti dengan tujuan untuk membantu. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kali Seng.

Namun, tiba-tiba rombongan dikejar oleh warga dengan motor untuk menyita HP salah satu karyawan yang sempat digunakan untuk memotret masyarakat.

Setelah penyitaan mereka kemudian kembali melanjutkan perjalanan, namun salah satu karyawan merasa tak nyaman karena rombongan diikuti oleh sekelompok orang. Mereka pun memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan kembali ke Kota Dekai.

“Sesaat setelah memutar balik kendaraan menuju Kota Dekai, tiba-tiba datang sekelompok masyarakat yang menghadang kendaraan tersebut dan seketika itu masyarakat tersebut langsung menyerang rombongan Karyawan PT Agung Mulia dengan menggunakan busur panah sehingga mengakibatkan 2 orang karyawan, La Hanafi dan Heri Sugianto terkena panah. Kemudian korban di larikan ke RSUD Dekai,” ujar Ahmad Musthofa dalam keterangan tertulis, dikutip Okezone, Sabtu (26/10/2019).

La Hanafi merupakan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BBPJN XVIII Jayapura, sedangkan Heri Agus Suprianto (50) adalah karyawan PT Agung Mulia Iriana.

Akibat serangan ini, La Hanafi mengalami luka panah di perut bagian belakang tembus paru, dan korban Heri Sugianto mengalami luka panah pada bagian dada atas sebelah kanan.

Kedua korban telah diterbangkan ke Jayapura untuk menjalani perawatan intensif di RS Provita Jayapura.

(ameera/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan