Prabowo diminta Jokowi jadi menteri pertahanan

939

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku siap untuk membantu Presiden Joko Widodo dalam kabinet pemerintahan.

“Saya bersama saudara Edhy Prabowo, kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau, dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu dan hari ini siap diminta dan kami sanggupi untuk membantu,” kata Prabowo Subianto di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin sore (21/10/2019), lansir Antara.

Prabowo datang sekitar pukul 16.15 WIB dan menyelesaikan pertemuan pada sekitar pukul 17.15 WIB dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang ditemani oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo yang juga mengenakan kemeja lengan panjang warna putih.

“Saudara sekalian saya baru saja menghadap bapak presiden RI yang baru kemarin dilantik,” lanjutnya.

Saat masuk ke istana kepresidenan, Edhy Prabowo tidak membawa map, namun setelah keluar ia menenteng map putih yang juga dibawa oleh para calon menteri yang ditemui Presiden Jokowi sebelumnya. Gerindra mendapat jatah menteri sebanyak 2 posisi.

“Yang dipanggil dua jadi berapa kira-kira?” ucap Prabowo.

Prabowo mengaku akan ditempatkan di sektor pertahanan. Ia pun berjanji akan bekerja sekeras mungkin dalam bertugas.

“Saya beliau izinkan untuk menyampaikan bahwa saya diminta beliau di bidang pertahanan,” ungkap Prabowo.

“Tadi beliau memberi beberapa pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran-sasaran dan harapan yang ditentukan,” imbuhnya.

Selain Prabowo Subianto, Presiden Jokowi sudah menemui beberapa orang lain berkemeja putih pada hari ini. Sebelumnya sudah ada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, CEO dan pendiri Gojek Nadiem Makarim, Komisaris Utama NET Mediatama Televisi Wishnutama, pendiri Mahaka Group Erick Thohir, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Di antara mereka, hanya Tito Karnavian yang tidak mengenakan kemeja putih.

Selanjutnya ada juga Menteri Sekretaris Negara kabinet Kerja jilid I Pratikno, staf khusus Mensesneg Nico Harjanto, mantan aktivis 1998 Fadjroel Rachman yang menemui Presiden Jokowi.

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu juga sempat datang ke istana, namun belakangan Tetty hanya bertemu dengan Airlangga dan tidak menemui Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo akan mengumumkan susunan kabinet lengkapnya pada Rabu (23/10) pagi dan dilanjutkan dengan pelantikan pada hari yang sama.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.