Berita Dunia Islam Terdepan

Khomeini: Iran akan terus pangkas komitmen kesepakatan nuklir hingga mencapai 'hasil yang diinginkan'

126

Support Us

JENEWA (Arrahmah.com) – Iran akan terus mengurangi komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015 hingga mencapai “hasil yang diinginkan,” kata Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khomeini pada Rabu (2/10/2019), menurut situs resminya.

“Kami akan melanjutkan pengurangan komitmen,” kata Khomeini dalam pertemuan dengan komandan Pengawal Revolusi elit (IRGC).

“Penanggung jawabnya adalah Organisasi Energi Atom dan mereka harus melakukan pengurangan … dengan cara yang tepat, lengkap dan komprehensif dan berlanjut sampai saatnya kami mencapai hasil yang diinginkan,” lanjutnya.

Sebuah rencana negosiasi yang disampaikan ke Amerika Serikat dan Iran oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron diterima secara luas di Iran, Presiden Hassan Rouhani mengatakan pada Rabu (2/10) dalam pertemuan kabinet yang disiarkan langsung.

Dia mengatakan beberapa kalimat perlu diubah dalam rencana itu, yang menguraikan bahwa Iran tidak akan berambisi membuat senjata nuklir dan akan membantu keamanan kawasan dan saluran airnya, sementara Washington akan menghapus semua sanksi. Negosiasi ini juga akan memungkinkan Iran untuk segera melanjutkan penjualan minyaknya.

Tetapi Rouhani juga mengatakan pada pertemuan kabinet, yang disiarkan di TV pemerintah, bahwa berbagai pesan tentang sanksi yang diterima dari Amerika Serikat ketika dia berada New York pekan lalu telah merusak kemungkinan perundingan.

Dia menambahkan bahwa sikap Presiden AS Donald Trump yang blak-blakan di hadapan peserta Majelis Umum PBB bahwa dia akan mengintensifkan sanksi sementara adalah sikap yang tidak bisa diterima.

“Presiden Amerika pada dua kesempatan, sekali dalam pidatonya di PBB dan lain waktu, mengatakan secara eksplisit bahwa kami ingin mengintensifkan sanksi. Saya memberi tahu teman-teman Eropa, jadi bagian mana yang harus kami terima? Haruskah kami menerima kata-kata anda bahwa Amerika sudah siap?” tanya Rouhani.

“Atau kata-kata presiden Amerika yang dalam 24 jam mengatakan dua kali secara eksplisit … bahwa saya ingin mengintensifkan sanksi? [Orang Eropa] tidak memiliki jawaban yang jelas.” (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan