Ustadz Harits Abu Ulya: Film The Santri tidak layak ditonton

1,170

BOJONEGORO (Arrahmah.com) – Pengasuh Ponpes Tahfidz Qur’an (PPTQ) Al Bayan, Bojonegoro, Jawa Timur, Ustadz Harits Abu Ulya menyebut film The Santri yang disutradarai Livi Zheng tidak layak untuk tonton oleh umat Islam umumnya dan kaum santri khususnya.

Menurutnya, dalam film The Santri ada konten atau muatan yang merusak citra santri.

Apalagi, lanjutnya,  film tersebut digambarkan ada  generasi atau santri yang tidak paham hukum tata pergaulan dalam Islam.

“Film itu mengajarkan sikap “split personality” sebagai seorang muslim,” ujar Ustadz Harits Abu Ulya, Jumat (20/9/2019), sebagaimana dilansir Harian Terbit.

Ustadz Harits mengatakan, melalui film The Santri mereka mencoba menanamkam paham pluralisme dan libelarisme di kalangan umat Islam umumnya dan kaum santri khususnya.

“Karena berbagai film sebelumnya juga berusaha merusak generasi Islam. Mereka berusaha menyimpangkan pengertian jihad yang diajarkan oleh Islam,” terangnya.

Ustadz Harits mengungkapkan, umat Islam selalu dijadikan objek karena mereka sangat benci terhadap Islam.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat mereka sangat benci terhadap Islam.

Pertama,  Islam sebagai ideologi adalah kebenaran yang dianggap membahayakan eksistensi ideologi lainnya. Oleh karenanya alasan ideologis, politik, budaya, dan ekonomi menjadi alasan mereka benci Islam.

Kedua, pemeluk agama di luar Islam ada yang ekstrim, fundamentalis, radikal dan menempatkan Islam plus umatnya adalah musuh utama.

Ketiga, mereka salah paham terhadap Islam baik dari internal orang muslim atau non muslim. Ironisnya jika ada pihak yang mengaku Islam tapi sangat membenci Islam baik terhadap ajaran maupun umatnya.

Namun demikian, ujar Ustadz Harits, umat Islam jangan terpengaruh terhadap aktivitas mereka. Umat Islam teruslah untuk tetap berdakwah, menebarkan Islam dan  sampaikan kebenaran dengan cara mengikuti metode atau teknik yang di ajarkan baginda Rasulullah SAW. Sehingga ketika menjadi umat Islam tidak menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW.

“Yang bengkok diluruskan, yang tersesat dibimbing kembali kepada jalan kebenaran Islam,” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.