Serangan bom terhadap rapat umum pemilihan nyaris bunuh presiden Afghanistan

A man caries a wounded person to the hospital after a blast in Jalalabad, Afghanistan August 19, 2019 Reuters
840

KABUL (Arrahmah.com) – Sebuah ledakan menghantam rapat umum pemilihan yang dihadiri oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menewaskan 24 orang dan melukai 31 lainnya, kata seorang pejabat kesehatan, tetapi Ghani tidak terluka menurut seorang ajudan, Reuters melaporkan Selasa (17/9/2019).

Ghani dijadwalkan berpidato di rapat umum di Charikar, ibukota provinsi Parwan, utara Kabul, ketika serangan yang diduga dilakukan gerilyawan.

“Perempuan dan anak-anak ada di antara mereka dan sebagian besar korban tampaknya adalah warga sipil. Ambulans masih beroperasi, dan jumlah korban mungkin meningkat,” ungkap Abdul Qasim Sangin, kepala rumah sakit provinsi.

Seorang pejabat pemerintah setempat mengatakan serangan itu dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri.

“Presiden tidak terluka,” kata ajudan Ghani kepada Reuters.

Tidak ada klaim tanggung jawab dari kelompok mana pun setelah ledakan.

Dalam insiden terpisah, ledakan menewaskan sedikitnya tiga orang di pusat kota Kabul, kata pejabat kepolisian. Ambulans dan pasukan Afghanistan bergegas ke lokasi ledakan.

Para komandan Taliban telah bersumpah untuk mengintensifkan bentrokan dengan pasukan Afghanistan dan asing untuk mencegah orang-orang untuk memilih dalam pemilihan presiden 28 September, ketika Ghani akan mengajukan tawaran untuk masa jabatan lima tahun kedua.

Keamanan dalam rapat umum di seluruh negeri telah diperketat menyusul ancaman Taliban untuk menyerang pertemuan dan tempat pemungutan suara.

Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Taliban gagal pekan lalu. Kedua pihak telah berusaha untuk mencapai kesepakatan tentang penarikan ribuan tentara Amerika dari Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari kelompok pemberontak.

Pembicaraan itu, yang tidak termasuk pemerintah Afghanistan, dimaksudkan sebagai awal negosiasi damai yang lebih luas untuk mengakhiri lebih dari 40 tahun perang di Afghanistan. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.