PM Pakistan: Penindasan India terhadap Kashmir akan memacu ekstremisme Muslim global

499

Support Us

MUZAFFARABAD (Arrahmah.com) – Tindakan keras India terhadap protes dan perbedaan pendapat di Kashmir akan mendorong lebih banyak Muslim dunia ke dalam ekstremisme, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan dalam pidato berapi-api pada Jumat (13/9/2019), di bagian wilayah sengketa yang dikelola oleh Pakistan.

India mencabut status khusus bagiannya dari Kashmir, yang dikenal sebagai Jammu dan Kashmir, pada 5 Agustus dan bergerak untuk memadamkan kerusuhan dengan menekan komunikasi dan kebebasan bergerak. Pihak berwenang di Kashmir India telah menangkap hampir 4.000 orang sejak itu, data pemerintah yang dilihat oleh Reuters menunjukkan.

“Ketika kekejaman mencapai puncaknya, orang akan lebih berpikir bahwa kematian lebih baik daripada kehidupan yang menghina ini,” kata Khan pada rapat umum beberapa ribu orang di Muzaffarabad, ibukota Azad Kashmir.

“Saya ingin memberi tahu India bahwa, dengan menahan ribuan orang, anda mendorong orang ke ekstremisme,” katanya.

“Orang-orang akan bangkit melawan India, dan ini bukan hanya tentang Muslim India, ada 1,25 miliar Muslim di seluruh dunia. Mereka semua menonton ini.”

Berita Terkait

Khan mengatakan dia akan menghadiri Majelis Umum PBB di New York minggu depan untuk membela perjuangan Kashmir.

Dia mendesak orang-orang di Azad Kashmir untuk tidak mendekati Garis Kontrol yang memisahkannya dari Kashmir yang dikuasai India, tetapi harus menunggunya untuk menekan kasus mereka di New York.

Pada Selasa (10/9), menteri luar negeri Pakistan mengatakan kepada forum HAM PBB bahwa kehadiran militer India di Kashmir meningkatkan momok genosida.

Pemerintah Delhi mengatakan penghapusan status khusus Kashmir, yang memungkinkannya untuk menulis banyak undang-undang sendiri, dimaksudkan untuk membantu memerangi terorisme dan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di kawasan itu.

Sekitar dua pertiga dari populasi Jammu dan Kashmir adalah Muslim, sementara India memiliki mayoritas Hindu secara keseluruhan. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

Susul Arab Saudi, UEA Labeli IM Sebagai Teroris

DUBAI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) melabeli Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai teroris. Hal ini disampaikan selama pertemuan virtual pada Senin (23/11/2020), yang dipimpin oleh Ketua Dewan, Sheikh Abdullah bin Bayyah.…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

SITE lansir AQIM tunjuk pemimpin baru

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Kelompok Al-Qaeda di Maghrib Islam (AQIM) telah memilih pemimpin baru untuk menggantikan Abdelmalek Droukdel, yang dilaporkan terbunuh pada bulan Juni oleh pasukan Prancis, kelompok pemantau yang berbasis di…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Informasi awal Edhy ditangkap di kantornya usai kunjungan kerja ke Amerika…

Sudah Swab Test, Habib Rizieq Dan Keluarga Negatif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Habib Rizieq Shihab dan keluarganya dipastikan negatif Covid-19 setelah melakukan swab test secara mandiri. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI), Azis Yanuar meneruskan pesan dari…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Dirawat di Rumah Sakit

BOGOR (Arrahmah.com) - Beredar kabar Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sedang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan menurun. Putra Ustadz Abu Bakar Ba'asyir membenarkan kabar tersebut. "Iya, benar,  beliau dibawa ke RS untuk…

Video: Militer Australia Bunuh 39 Muslim Afghan

KABUL (Arrahmah.com) – Pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan dan warga sipil tak bersenjata di Afghanistan, dengan komando senior dilaporkan memaksa tentara juniornya untuk membunuh tawanan tak berdaya sebagai pengalaman…

Iklan