Berita Dunia Islam Terdepan

Menteri Pakistan cibir misi gagal India ke bulan, "Pesawat luar angkasa India mendarat di Mumbai"

949

Support Us

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Misi Chandrayaan-2 pentolan India untuk mendaratkan pesawat ruang angkasa robot di permukaan bulan tampaknya telah berakhir dengan kegagalan setelah sinyal dari pendarat Vikram hilang sebelumnya pada Sabtu (7/9/2019).

Dalam serangkaian tweet pada Sabtu (7/9), Menteri Federal Pakistan untuk Sains dan Teknologi, Fawad Chaudhry, mengejek misi bulan India yang gagal, dan menyebut pesawat ruang angkasa India sebagai “mainan”.

“Tolong tidur. Mainan itu mendarat di Mumbai bukannya mendarat di bulan,” cibir Chaudhry.

Dalam tweet lain, dia mengatakan bahwa alih-alih membuang-buang uang untuk misi bulan, New Delhi harus fokus pada penanggulangan kemiskinan.

“Modi memberikan pidato tentang komunikasi satelit seolah-olah dia sebenarnya seorang astronot, bukan politisi,” kata Chaudhry dalam tweet lainnya, merujuk pada Perdana Menteri India Narendra Modi.

Kicauan Chaudhry ini digaungkan oleh para netizen Pakistan yang juga mengejek misi India yang gagal.

Pernyataan Chaudhry muncul setelah Dr. Kailasavadivoo Chivan, ketua Organisasi Penelitian Antariksa India, mengatakan bahwa badan antariksa negara tersebut telah kehilangan komunikasi dengan Vikr-2 misi Chandrayaan-2 yang mendarat di dekat permukaan bulan, tepat sebelum jadwal pendaratan pesawat ruang angkasa.

Modi, yang baru-baru ini berada di Rusia untuk KTT Forum Ekonomi Timur dan KTT Tahunan India-Rusia, pergi ke Bengaluru untuk menyaksikan pendaratan dari Jaringan Telemetri, Pelacakan, dan Komando Organisasi Antariksa India.

“Para ilmuwan telah memberikan yang terbaik dan selalu membuat India bangga,” bela Modi.

“Kami tetap berharap dan akan terus bekerja keras pada program luar angkasa kami,” tambahnya.

NASA telah melaporkan bahwa rasio keberhasilan misi bulan selama enam dekade terakhir adalah 60 persen. Menurut “Lembar Fakta Bulan” NASA, dari 109 misi bulan selama periode itu, 61 berhasil dan 48 gagal.

Ketegangan antara India dan Pakistan telah memburuk sejak New Delhi mencabut status konstitusional khusus Jammu dan Kashmir.

Kashmir telah menjadi rebutan antara kedua negara sejak mereka memperoleh kebebasan dari pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1947. Keduanya memerintah sebagian tetapi mengklaimnya secara penuh. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan