PKS: Kenaikan iuran BPJS kesehatan bukan solusi, bahkan bebani rakyat

336

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini meminta pemerintah menunda kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Ia menilai, kenaikan tersebut bukan merupakan solusi yang tepat, bahkan bisa membebani rakyat.

Jazuli juga meminta pemerintah agak mendengar suara gelisah rakyat. Ia juga menyebut pelayanan BPJS selama ini masih banyak dikeluhkan.

“Jadi, tolong pemerintah tidak menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Karena kenaikan BPJS itu sama sekali bukan solusi yang berpihak kepada rakyat,” kata Jazuli, dalam keterangannya, Ahad (1/9/2019), lansir pks.id.

Menurut Jazuli, masalah BPJS Kesehatan seharusnya jangan dibebankan ke masyarakat sebagai peserta. Namun, ada kebijakan berani dengan memperbaiki manajemen BPJS sampai skema pendanaan dari negara.

“Kalau cuma bisa menaikkan iuran dari rakyat lalu apa tugas manajemen dan pemerintah? Sudah pelayanan banyak dikeluhkan di mana-mana, sekarang rakyat diminta membayar biaya tambahan. Sudah jatuh tertimpa tangga namanya,” tandasnya.

Kemudian, ia menyindir pemerintah yang mesti peka melihat beban ekonomi rakyat yang berat. Kata dia, dengan menyertakan contoh kelompok BPJS kelas 3 yang pembiayaan mandiri.

“Apalagi kepala keluarga menanggung banyak anak beserta anggota keluarga lainnya. Kenaikan itu harus dilihat kelipatan orang yang harus ditanggung kepala keluarga,” terangnya.

Jazuli menegaskan, harus ada solusi lain tanpa harus menaikkan iuran BPJS. Pemerintah diminta putar otak mencari solusi seperti misalnya pemerintah pusat dan daerah berkoordinasi dalam persoalan ini.

Slusi lain, lanjutnya, seperti pemerintah pusat dan pemda bisa saja mengalokasikan APBN serta APBD bagian kesehatan. Maka itu, ia berharap pemerintah bisa bijak dalam mengeluarkan keputusan nanti.

“Setop dulu itu rencana bombastis bangun infrastruktur apalagi pindah ibu kota. Ada kebutuhan mendasar lain. Kami meminta pemerintah pusat maupun daerah bertanggung jawab mencari solusi pendanaan lain,” pungkasnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.