Pemkot Banjarbaru undang waria joged saat halal bihalal, ikatan santri protes

Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan yang ikut memeriahkan acara di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Banjarbaru.
667

BANJARBARU (Arrahmah.com) – Ikatan Pemuda Santri Banjarbaru atau IPSB mempertanyakan langkah Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Banjarbaru yang baru saja menggelar acara halal bihalal dengan menghadirkan para waria di kantor milik pemerintah kota Banjarbaru dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah dan sekaligus menyambut hari kemerdekaan ke-74 RI.

Ketua IPSB, Rahmat Riza, mengaku heran dan tidak habis pikir apa maksudnya Pemkot Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan membuat acara silaturahmi dan Halal Bihalal yang mengundang waria atau kelompok transgender.

Menurut Rahmat Riza, bentuk acara serta undangannya tidak mencerminkan kebiasaan dan kondisi masyarakat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang mayoritas muslim dan dikenal sangat religius.

“Apakah pantas dan apa relevansi mengundang para waria yang diundang bukan saja berjoged bersama dengan para petugas kebersihan, tetapi juga berfoto bersama dengan sangat mesra dengan Wali Kota dan wakil Wali Kota Banjarbaru beserta jajaran pimpinan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru,” ujarnya, Kamis (15/8/2019).

Riza meminta di hari yang suci seperti pada hari raya Iedul Adha seharusnya Wali Kota dan wakil Wali Kota Banjarbaru memberikan contoh dan teladan yang baik kepada warga Banjarbaru dan membuat acara-acara yang mengedepankan kepedulian kepada rakyat atau pegawai dinas kebersihan yang masih banyak yang miskin di kota Banjarbaru daripada membuat acara dangdutan yang tidak jelas maksud dan tujuannya.

“Akan lebih baik misalnya pak Nadjmi Adhani dan pak Jaya (Wali Kota dan wawali Banjarbaru) membuat acara yang bermanfaat untuk warga masyarakat disini ketimbang membuat acara hura-hura yang tidak jelas apalagi mengundang para waria yang merupakan bagian kelompok LGBT. Itu isu sensitif di sini,” terangnya.

Menurutnya, Wali Kota harus peduli terhadap aspirasi masyarakat di bawah dan bersedia serta berlapang dada menerima kritik dari masyarakat karena secara umum masyarakat Banjarbaru adalah masyarakat religius dan kuat keislamannya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.