Mesir klaim ketahui 'pelaku' pemboman dekat rumah sakit

Institut kanker nasional Mesir [Wikipedia]
58

KAIRO (Arrahmah.com) – Kementerian dalam negeri Mesir mengatakan pada Kamis (8/8/2019) bahwa pihaknya telah mengidentifikasi siapa yang diyakini sebagai pelaku di balik pemboman mobil di luar rumah sakit kanker di Kairo pekan ini yang menewaskan lebih dari 20 dan melukai puluhan, lapor Reuters.

Ia juga mengatakan pasukan keamanan membunuh 17 tersangka pada Kamis pagi saat penggerebekan di tempat persembunyian mereka dalam tiga insiden terpisah di Helwan, Kairo dan di provinsi Fayoum, selatan Kairo.

Kementerian itu mengatakan pembom itu adalah anggota kelompok militan Hasm dan mengidentifikasi dia sebagai buron Abdel Rahman Khaled Mahmoud Abdel Rahman yang berusia 24 tahun.

“Ini dikonfirmasi setelah pengujian DNA atas jasad yang ditemukan di lokasi kecelakaan dan berdasarkan perbandingan dengan anggota keluarganya (DNA),” kata pernyataan itu.

Pada Senin, sebuah mobil yang penuh dengan bahan peledak mengemudi melawan lalu lintas dan meledak di luar rumah sakit.

Dikatakan militan yang ditargetkan pada Kamis adalah anggota “sel kelompok Hasm.”

Senjata dan bahan peledak ditemukan di lokasi baku tembak, kata kementerian itu.

Investigasi Reuters pada April menemukan bahwa pasukan keamanan Mesir telah menembak mati ratusan tersangka militan dalam apa yang dikatakan Kementerian Dalam Negeri adalah pertempuran senjata, tetapi yang dikatakan keluarga yang ditinggalkan adalah eksekusi di luar pengadilan.

Organisasi hak asasi manusia menuduh Mesir melakukan eksekusi di luar pengadilan dan mengadili warga sipil di pengadilan militer sebagai bagian dari tindakan keras.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengatakan masalah hak asasi manusia harus diperlakukan dalam konteks turbulensi regional dan perjuangan melawan terorisme. Langkah-langkah keamanan yang kuat, katanya, diperlukan untuk menstabilkan Mesir setelah kekacauan yang terjadi setelah pemberontakan negara 2011 itu.

Militer dan polisi Mesir melancarkan kampanye besar-besaran terhadap kelompok-kelompok militan pada tahun 2018, dengan fokus pada Semenanjung Sinai serta daerah-daerah selatan dan perbatasan dengan Libya.

(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.