AS 'percaya diri' dapat ciptakan inisiatif maritim di Teluk

273

Support Us

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengatakan pada Minggu (4/8/2019) bahwa ia “sangat percaya diri” Amerika Serikat akan dapat membangun koalisi maritim di Teluk, sekutunya dari Eropa dan Asia tidak begitu sigap menanggapi seruan tersebut.

Berbicara pada pertemuan antara para pemimpin AS dan Australia, Menteri Pertahanan Australia Mark Esper mengatakan dia telah mendapat tanggapan yang baik dari sekutu dan beberapa pengumuman dapat diperikirakan sesegera mungkin. Dan Pompeo mengatakan kepada wartawan bahwa banyak percakapan sedang berlangsung.

Tetapi Australia tidak membuat komitmen.

“Permintaan yang telah dibuat Amerika Serikat adalah permintaan yang sangat serius, dan sangat kompleks. Itu sebabnya kami saat ini harus memikirkannya dengan sungguh-sungguh,” kata sang Menteri Pertahanan Australia. “Belum ada keputusan yang dibuat.”

Dia mengatakan negaranya akan memutuskan berdasarkan apa yang ada dalam kepentingan kedaulatan terbaiknya sendiri.

Berita Terkait

Disebut “Operasi Sentinel”, rencana itu dipicu pada Juni di tengah kekhawatiran administrasi Trump bahwa Iran berada di balik serangkaian serangan terhadap kapal komersial di kawasan Teluk.

Jenderal Marinir Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan AS, mengatakan Pentagon telah mengembangkan rencana khusus, dan peran utama militer AS adalah untuk memberikan “kewaspadaan domain maritim” – informasi intelijen dan pengawasan – kepada kapal-kapal mitra koalisi yang akan melakukan patroli di jalur air yang rentan seperti Selat Hormuz, yang memisahkan Teluk Arab dari Teluk Oman, serta Bab el Mandeb, selat yang diperdagangkan sangat banyak antara Yaman di Semenanjung Arab dan Djibouti dan Eritrea di Tanduk Afrika.

Setiap pengawalan kapal komersial akan dilakukan oleh kapal militer yang berlayar di bawah bendera kapal komersial, katanya.

Esper menyuarakan gagasan koalisi kepada sekutu selama pertemuan NATO, tetapi sejauh ini AS telah menerima beberapa komitmen publik dari negara lain. Sebaliknya, beberapa negara Eropa telah menyatakan keprihatinannya bahwa operasi itu dapat memancing konflik, dan mereka lebih tertarik pada solusi diplomatik.

Pompeo dan Esper, bagaimanapun, menyarankan pada Minggu (4/8) bahwa sejumlah negara diam-diam menyatakan dukungan dan mungkin bersedia untuk membuat komitmen publik segera. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

MBS diduga perintahkan Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi untuk memasukkan Ikhwanul Muslimin ke…

RIYADH (Arrahmah.com) - Pernyataan salah satu badan agama terkemuka Arab Saudi baru-baru ini yang memasukkan Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris, disinyalir merupakan keputusan politik yang dibuat berdasarkan perintah dari Putra…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Ilmuwan yang terkait dengan program nuklir Iran terbunuh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Seorang ilmuwan Iran yang dituduh "Israel" memimpin program nuklir militer Republik Islam sampai pembubarannya di awal tahun 2000-an "dibunuh" pada hari Jumat (27/11/2020), kata televisi pemerintah. "Israel"…

Sudan akan menggali kuburan massal untuk mengidentifikasi jenazah

KHARTUM (Arrahmah.com) - Komite yang dibentuk di Sudan untuk menyelidiki orang hilang telah memutuskan penggalian kuburan massal untuk mengidentifikasi mayat dan menentukan penyebab kematian. Otopsi baru juga akan dilakukan. Menurut Kantor…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Drone Turki lancarkan serangan di Suriah utara

RAQQA (Arrahmah.com) - Sebuah pesawat tak berawak Turki dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah utara provinsi Al-Raqqa pada Ahad (22/11/2020), Kantor Berita rezim Suriah SANA melaporkan. Menurut laporan tersebut, Angkatan…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

Prancis Ngamuk Setelah Pakistan Tuduh Macron Sama Seperti Nazi

PARIS (Arrahmah.com) – Prancis menuntut Pakistan menarik komentar Menteri Federal untuk HAM Shireen Mazari yang menyamakan Presiden Emmanuel Macron dengan Nazi. Melalui Twitter, Mazari menyebut Macron memperlakukan Muslim di Prancis…

Habib Rizieq Masuk IGD RS UMMI Bogor

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dan istrinya Syarifah Fadhlun Yahya dibawa ke Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Jawa Barat pada Rabu (25/11/2020) kemarin. Habib Rizieq disebut sempat masuk ke…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Iklan