Pakistan jadikan madrasah 'mainstream'

384

Support Us

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Pakistan telah menyetujui rencana untuk merombak pengajaran di madrasah atau sekolah-sekolah agama untuk membawa lembaga-lembaga itu lebih dekat dengan sekolah-sekolah konvensional dan mengekang pengajaran ‘ekstremis’, Menteri Pendidikan Shafqat Mahmood mengatakan pada Jumat (19/7/2019).

Rencana tersebut adalah upaya terbaru untuk mengatasi kekhawatiran yang sudah lama beredar bahwa sekitar 30.000 madrasah di Pakistan menyediakan tempat bagi pengajaran ‘ekstremis’, yang selalu disandingkan dengan Islam kaffah dan disebut berkurikulum kaku serta diklaim gagal mempersiapkan siswa untuk bekerja setelah mereka lulus.

Di bawah rencana itu, disepakati dengan organisasi payung madrasah, Wafaq-ul-madaris, sekolah-sekolah agama akan didaftarkan dan diperkuat dengan pengajaran konvensional dalam mata pelajaran seperti Bahasa Inggris, ilmu pengetahuan alam, dan matematika.

Mereka akan tetap bertanggung jawab atas pengajaran agama dan sebagai gantinya harus berkomitmen untuk memastikan bahwa pengajaran ‘ekstremis’ bukan bagian dari kurikulum.

“Tidak akan ada pemberitaan pidato kebencian dalam bentuk apa pun terhadap agama atau sekte apa pun,” ujar Mahmood.

Perdana Menteri Imran Khan, menghadapi tekanan internasional yang kuat untuk menekan kelompok-kelompok ‘militan’ yang beroperasi dari wilayah Pakistan, mengumumkan rencana awal tahun ini untuk “mengarusutamakan” madrasah, yang sering dikaitkan dengan ‘industri’ radikalisme serta menyiapkan para pemuda bergabung dengan kelompok-kelompok Islam ‘militan’.

Berbagai upaya serupa telah dilakukan selama bertahun-tahun, kembali ke masa mantan Presiden Pervez Musharraf hampir dua dekade lalu.

Berita Terkait

Menghindari protes keras yang kemungkinan besar muncul dari masyarakat, Mahmood mengatakan pemerintah tidak mencari konfrontasi dengan madrasah, yang seringkali merupakan satu-satunya bentuk pendidikan yang tersedia untuk keluarga tak mampu.

“Kami tidak akan mengambil alih madrasah,” katanya kepada wartawan pada pertemuan di kantornya di Islamabad. “Ini bukan tindakan keras. Kami melihat ini sebagai sarana untuk memfasilitasi.”

Sekolah-sekolah akan tetap independen dari kontrol pemerintah dan sementara dia mengatakan dalam pandangannya bahwa sekolah tidak boleh dikaitkan dengan gerakan politik, tidak akan ada larangan resmi.

“Kami tidak menjadikan ini sebagai prasyarat,” katanya.

Kantor regional dari kementerian pendidikan akan mengawasi pendaftaran dan membantu menyelesaikan sejumlah masalah termasuk meningkatkan standar dan membuka rekening bank untuk madrasah-madrasah yang mengumpulkan dana mereka sendiri dan diatur menurut denominasi tertentu.

Dia mengatakan perubahan itu akan berlaku secara bertahap, dengan kelompok madrasah pertama akan menyelenggarakan ujian tahun depan.

Dengan masalah termasuk menemukan dana untuk merekrut ribuan guru baru dan dorongan yang terpisah tetapi terkait untuk mengembangkan kurikulum nasional yang baru, dia tidak mau memperkirakan jangka waktu.

“Ini tidak akan terjadi dalam sehari,” katanya. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

HNW Sesalkan Sikap Presiden Jokowi Aktifkan Calling Visa Untuk Israel

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) membiarkan pengaktifan calling visa untuk Israel. HNW menilai ini sebagai…

Militan ISIS Menyatakan Bertanggung Jawab Atas Serangan Kabul

KABUL (Arrahmah.com) – Militan Islamic State (atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan 28 roket yang menewaskan 8 orang dan melukai 30 orang lainnya di Kabul (21/11/2020). ISIS menyatakan bahwa…

"Democrazy Will Die" Ramalan atau Kenyataan?

Oleh : Asy Syifa Ummu Sidiq (Arrahmah.com) - "How Democracies Die" sebuah buku karya penulis Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt kini menjadi viral. Bukan karena penulisnya terkenal di negeri ini, tapi karena dibaca dan diposting oleh Pak…

Saudi akan investasikan lebih dari $ 5 miliar untuk AI

RIYADH (Arrahmah.com) - Arab Saudi berencana untuk menginvestasikan lebih dari 20 miliar riyal ($ 5,3 miliar) untuk kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2030, Ketua Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan (SDAIA) Saudi Abdullah Bin Sharaf…

Rusia lancarkan serangan kuat di Latakia timur, targetkan benteng Jihadi

LATAKIA (Arrahmah.com) - Pasukan Rusia melancarkan beberapa serangan udara di wilayah timur laut Latakia, menargetkan benteng utama jihadi di wilayah Jabal Al-Akrad. Menurut laporan lapangan dari provinsi Latakia, pasukan Rusia…

Pompeo siap bertandang ke UAE diskusikan penjualan senjata & normalisasi "Israel"

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Mike Pompeo akan bertemu dengan putra mahkota Abu Dhabi hari Sabtu (21/11/2020) untuk membahas kesepakatan senjata bernilai miliaran dolar yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Uni…

Ilmuwan nuklir Iran tewas dibunuh, Iran salahkan AS dan "Israel"

TEHERAN (Arrahmah.com) - Kepala militer Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan "tangan kriminal" Amerika Serikat dan "Israel" terlihat jelas dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir top di Teheran pada Jumat (27/11/2020), kantor…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

Lima Orang Jamaah Masjid Dibunuh dan Puluhan Diculik di Nigeria

ABUJA (Arrahmah.com) – Serangan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata terjadi di sebuah masjid di barat laut Nigeria. Serangan itu menjatuhkan banyak korban, lima jamaah meninggal dunia sementara 40 orang lainnya diculik. Serangan…

Netanyahu desak agar AS tak kembali ke kesepakatan nuklir Iran

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu, dalam pesan kepada Presiden terpilih AS Joe Biden, mengatakan pada hari Minggu (22/11/2020) seharusnya tidak ada kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 yang…

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

Putin: Nagorno-Karabakh tak terpisahkan dari Azerbaijan

MOSKOW (Arrahmah.com) - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui bahwa wilayah Nagorno-Karabakh secara internasional diakui sebagai milik Azerbaijan, dua pekan setelah Armenia menyerahkan wilayah tersebut setelah kekalahannya dari…

Iklan