Kekeringan meluas, 49 desa di Pacitan kesulitan air

554

PACITAN (Arrahmah.com) – Kekeringan yang melanda Kabupaten Pacitan, Jawa Timur semakin meluas. Dari 45 desa terdampak, saat ini jumlahnya bertambah menjadi 49 desa. Daerah pedesaan ini mayoritas mengalami kering kritis, sedangkan beberapa yang lain kategori kering langka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo mengungkapkan, memang ada penambahan empat desa setelah mendapat laporan permintaan bantuan air bersih dari pihak pemerintah desa (Pemdes).

“Desa-desa yang terdampak kekeringan ini tersebar di delapan kecamatan,” ujarnya, Kamis (11/7/2019), lansir Inews.

Didik menjelaskan, desa yang dikategorikan kering kritis artinya tidak memiliki ketersediaan air bersih sama sekali. Sementara kering langka pada dasarnya masih memiliki sumber air, namun dalam jumlah terbatas. Hanya bisa memenuhi kebutuhan dalam jangka waktu tidak lama.

“Saat ini kami fokus mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang mengalami kering kritis ini,” katanya.

Sebanyak delapan kecamatan yang mayoritas daerahnya masuk zona merah kekeringan yakni Donorojo, Pringkuku, Bandar, sebagian Kecamatan Pacitan (pinggiran), Kebonagung, Tulakan, Ngadirojo dan Sudimoro.

“Bantuan air bersih tidak hanya dilakukan tim BPBD, karena ada unit/lembaga lain yang saat ini aktif menyalurkan bantuan serupa untuk didistribusikan ke daerah-daerah kering kritis,” ucapnya.

Seperti di Kecamatan Bandar, kata Didik, terhitung mulai Rabu (10/7) satu mobil truk tangki bantuan dari mitra relawan, serta TNI diarahkan BPBD untuk penyaluran selama tiga hari berturut.

Di daerah-daerah yang sulit dijangkau, program penyaluran air bersih diberlakukan secara bersamaan namun terfokus. Sementara pengiriman reguler ke daerah-daerah dataran, yang selama ini memang menjadi fokus bantuan BPBD setiap harinya.

Menurut Didik, potensi kekeringan tahun ini lebih parah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada 2018, BPBD Pacitan mencatat kekeringan di 25 desa, namun tahun ini jumlahnya membengkak menjadi 45 desa sebagai dampak kemarau yang lebih awal datang.

“Sejauh ini kami sudah mulai menyalurkan bantuan air bersih ke 15 desa yang terdampak,” terangnya.

(ameera/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.