Polisi Bangladesh bunuh tiga tersangka perdagangan orang Rohingya, selamatkan 15 pengungsi

Almost 900,000 Rohingya people fled Myanmar after a military-led crackdown. (File/AFP)
269

COX’s BAZAR (Arrahmah.com) – Polisi Bangladesh menewaskan tiga orang yang dicurigai mencoba menyelundupkan 15 pengungsi Muslim Rohingya ke Malaysia dalam bentrokan Selasa (25/6/2019) dekat kamp pengungsi utama negara Asia Selatan itu, kata seorang pejabat. Insiden ini merupakan yang kedua dalam beberapa bulan.

Hampir 900.000 Rohingya yang melarikan diri dari serangan militer di Myanmar yang didominasi Buddha pada tahun 2017 tinggal di Kutupalong, kamp pengungsi terbesar di dunia, dan pemukiman sementara lainnya di kota pantai Cox’s Bazar di Bangladesh.

“Saat mengetahui kehadiran tim kami, mereka menembaki polisi, dan polisi juga merespon,” kata Prodip Kumar Das, seorang pejabat polisi di kota terdekat Teknaf.

Para lelaki yang berusaha menyelundupkan para pengungsi, termasuk beberapa gadis, ditembak dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, Das menambahkan. Para pengungsi diselamatkan dan dikirim ke dua kamp yang berbeda setelah pemeriksaan awal.

Bentrokan yang terjadi di sekitar 30 kilometer dari Kutupalong, mengikuti petunjuk polisi, kata Das kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa mereka telah mengambil tiga senjata buatan lokal dan 15 butir amunisi.

Orang-orang itu sendiri adalah para pengungsi Rohingya yang dikenal sebagai pedagang manusia yang tinggal di daerah itu sejak kedatangan mereka di Bangladesh sebelum 2017, tambahnya.

Warga sipil Rohingya yang meninggalkan Myanmar mengatakan mereka menghadapi kekejaman di tangan angkatan bersenjatanya, tetapi hampir semua tuduhan itu dibantah oleh pihak berwenang.

Dengan keraguan apakah mereka akan kembali ke Myanmar, beberapa pengungsi di Bangladesh terjerat pada narkoba dan kekerasan, kata orang-orang di daerah itu dan pekerja bantuan.

Resiko diperdagangkan telah meningkat karena para pengungsi dipikat oleh janji akan pekerjaan. Kelompok-kelompok anti-perdagangan takut bahwa rute-rute melalui Teluk Bengal digunakan untuk menyelundupkan para pengungsi Rohingya.

Dalam beberapa bulan terakhir, polisi dan penjaga pantai telah menyelamatkan beberapa dari mereka. Bulan lalu polisi membunuh dua tersangka penyelundup dalam tembak-menembak di daerah terdekat. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.