Garda Revolusi tembak jatuh drone AS

The Panama-flagged, Japanese owned oil tanker Kokuka Courageous, that the US Navy says was damaged by a limpet mine, is anchored off Fujairah, United Arab Emirates, during a trip organized by the Navy for journalists, Wednesday, June 19, 2019. The limpet mines used to attack the oil tanker near the Strait of Hormuz bore "a striking resemblance" to similar mines displayed by Iran, a US Navy explosives expert said Wednesday. Iran has denied being involved. Photo: AP
458

TEHERAN (Arrahmah.com) – Pasukan Garda Revolusi Iran mengatakan, Kamis (20/6/2019), mereka menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak AS di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington terkait runtuhnya kesepakatan nuklir. Militer AS menolak untuk segera berkomentar.

Penembakan RQ-4 Global Hawk dilaporkan terjadi setelah militer AS sebelumnya menuduh Iran menembakkan rudal ke pesawat tak berawak pekan lalu menanggapi serangan terhadap dua kapal tanker minyak di dekat Teluk Oman. AS menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal-kapal itu, yang dibantah Teheran.

Serangan datang dengan latar belakang meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Teheran dengan kekuatan dunia setahun yang lalu. Gedung Putih secara terpisah mengatakan pihaknya mengetahui laporan tentang serangan rudal terhadap Arab Saudi di tengah kampanye yang menargetkan kerajaan oleh pemberontak Houtsi, sekutu Iran.

Iran baru-baru ini telah empat kali lipat memproduksi uranium dan mengancam akan meningkatkan pengayaannya lebih dekat ke tingkat senjata, mencoba menekan Eropa untuk menyetujui persyaratan baru dalam kesepakatan 2015.

Dalam beberapa minggu terakhir, AS telah mengirim sebuah kapal induk ke Timur Tengah dan mengerahkan pasukan tambahan terhadap puluhan ribu yang sudah ada di wilayah tersebut. Serangan misterius juga menargetkan tanker minyak ketika pemberontak Houtsi, sekutu Iran, meluncurkan drone bermuatan bom ke Arab Saudi.

Semua ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kesalahan perhitungan atau peningkatan lebih lanjut dalam ketegangan dapat mendorong AS dan Iran ke dalam konflik terbuka, sekitar 40 tahun setelah Revolusi Islam Teheran.

Pasukan Garda Revolusi Iran, yang hanya menaati Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan mereka menembak jatuh pesawat tak berawak itu pada Kamis pagi (20/6) ketika memasuki wilayah udara Iran dekat distrik Kouhmobarak di provinsi Hormozgan Iran selatan. Kouhmobarak terletak sekitar 1.200 kilometer tenggara Teheran dan dekat dengan Selat Hormuz.

Kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah Iran, mengutip pernyataan Garda Revolusi, mengidentifikasi pesawat tanpa awak itu adalah RQ-4 Global Hawk.

Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS, menolak berkomentar ketika ditanya apakah pesawat tak berawak Amerika ditembak jatuh.

Namun, ia mengatakan kepada Associated Press: “Tidak ada pesawat tanpa awak di wilayah Iran.”

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Trump telah “diberi pengarahan tentang laporan serangan rudal di Kerajaan Arab Saudi.”

“Kami sedang memantau situasi dengan seksama dan terus berkonsultasi dengan mitra dan sekutu kami,” tutur Sanders.

Saluran berita satelit Houtsi, Al-Masirah, mengklaim para pemberontak menargetkan pembangkit listrik di Jizan, dekat perbatasan kerajaan dengan Yaman, dengan rudal jelajah. Media dan pejabat pemerintah Saudi tidak segera melaporkan serangan rudal Kamis (20/6).

Koalisi yang dipimpin Saudi telah berperang melawan Houtsi sejak Maret 2015 di Yaman, negara termiskin di dunia Arab. Dalam beberapa minggu terakhir, Houtsi telah meluncurkan kampanye baru mengirim rudal dan drone bermuatan bom ke Arab Saudi. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.