Burj Khalifa, gedung yang memiliki 3 zona waktu sahur dan berbuka

A sign which reads “Ramadan Kareem” in Arabic is pictured in front of Burj Khalifa in downtown Dubai on May 31, 2017. (AFP)
858

(Arrahmah.com) – Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Dubai, sebuah negara yang memiliki aneka bangunan megah nan indah.

Salah satu bangunan yang menarik perhatian adalah Burj Khalifa. Bangunan tertinggi di dunia tersebut miliki keunikan tersendiri. Bukan hanya desain arsitektur dan kemewahan di dalamnya, namun keunikan lain yang terdapat di Burj Khalifa ketika Ramadhan adalah adanya 3 zona waktu sahur dan berbuka yang dimiliki bangunan ini.

Bagi siapapun yang memiliki kesempatan untuk berbuka ataupun sahur di salah satu restoran yang terdapat di Burj Khalifa tampaknya harus memperhatikan perbedaan zona waktu yang ada. Jika tidak, bisa saja puasa yang dijalani batal karena berbuka sebelum waktunya.

Adapun perbedaan waktu ini terjadi karena semakin tinggi kita berada di Burj Khalifa, maka semakin lama matahari terbenam, sehingga waktu berbuka menjadi semakin lama.

Neil deGrasse Tyson, seorang ahli astrofisika terkenal, menjelaskan hal tersebut melalui akun Twitter-nya.

“Selama bulan Ramadhan, puasa siang hari untuk umat Islam berakhir saat matahari terbenam. Tapi untuk Burj Khalifa di Dubai, yang merupakan bangunan tertinggi di dunia, matahari terbenam empat menit lebih lama di lantai atas dari pada di lantai bawah. Orang-orang yang berada di lantai atas dapat melihat melampaui cakrawala permukaan tanah, lebih jauh sepanjang lengkungan bumi,” tulis Tyson.

Burj Khalifa dibuka pada 2010. Bangunan ini memiliki tinggi mencapai 828 meter dengan 160 lantai.

Ketinggian Burj Khalifa tersebut berdampak pada pancaran cahaya matahari yang terlihat ketika menentukan waktu sahur dan berbuka puasa. Karena perbedaan ini pula, akhirnya para ulama terkemuka yang ada di Dubai memutuskan perbedaan waktu puasa di Burj Khalifa.

“Burj Khalifa memiliki tinggi hampir satu kilometer, yang artinya penghuni di lantai atas masih bisa melihat matahari bersinar ketika waktu senja tiba,” ujar Ahmad Abdul Aziz Al-Hadad, seorang ulama Dubai, sebagaimana dilansir BBC.

Untuk lantai 80 hingga lantai 150 di Burj Khalifa memiliki waktu berbuka dua menit lebih lama dari pada lantai dasar. Sedangkan untuk lantai 151 hingga lantai 160 memiliki waktu berbuka tiga meit lebih lama dari pada lantai dasar.

Namun untuk sahur, waktu imsak untuk lantai atas lebih cepat tiga menit dari pada lantai dasar, mengikuti patokan waktu sebelumnya. Hal ini dikarenakan lantai paling atas dapat melihat matahari terbit lebih cepat dari pada lantai dasar. Peraturan semacam ini menjadi satu-satunya di dunia. (rafa/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.