Berita Dunia Islam Terdepan

Utusan baru AS soroti 'hubungan penting' dengan Arab Saudi

245

Support Us

RIYADH (Arrahmah.com) – John Abizaid, duta besar AS yang baru diangkat untuk Arab Saudi, tiba di Riyadh pada Kamis (2/5/2019). Dia disambut oleh wakil ketua misi Martina Strong.

Setibanya di sana, Abizaid mengatakan: “Saya merasa sangat terhormat untuk menjalankan tugas ini dan saya berharap dapat berkontribusi pada hubungan penting antara kedua negara kita. Arab Saudi dan Amerika Serikat bekerja bersama setiap hari untuk melindungi keamanan kedua negara, mempromosikan kemakmuran dan pembangunan ekonomi, dan membangun hubungan antar manusia yang menjaga agar hubungan kita tetap kuat.”

Abizaid adalah pensiunan Angkatan Darat AS pada 2007 setelah berkarier selama 34 tahun di tubuh militer di mana ia naik dari pemimpin peleton infantri menjadi jenderal bintang empat dan menjadi komandan terlama dari Komando Pusat AS. Dia juga menjabat sebagai direktur rencana strategis dan kebijakan tentang staf gabungan, dan sebagai direktur staf gabungan dari tahun 2000 hingga 2003. Pria berusia 68 tahun ini memiliki pengalaman luas di Timur Tengah.

Setelah pensiun dari militer, Abizaid bekerja sebagai konsultan pribadi, membentuk perusahaannya sendiri, JPA Partners. Dia juga ditunjuk sebagai Annenberg Distinguished Visiting Fellow di Institusi Hoover Universitas Stanford, dan memegang Distinguished Chair of the Combating Terrorism Center di Akademi Militer Amerika Serikat di West Point.

Dia telah bekerja dengan Proyek Pertahanan Pencegahan di Universitas Stanford dan Sekolah Pemerintahan Kennedy di Harvard.

Dia adalah bagian dari Dewan Penasihat Intelijen presiden, di antara banyak tanggung jawab lainnya.

Dia juga anggota Dewan Hubungan Luar Negeri dan Institut Internasional untuk Studi Strategis. Pada 2016, menteri pertahanan AS menunjuknya untuk menjabat sebagai penasihat senior bagi menteri pertahanan Ukraina.

Abizaid adalah lulusan terhormat dari Akademi Militer AS, menerima gelar Bachelor of Science pada tahun 1973, dan memperoleh gelar master dalam studi wilayah Timur Tengah dari Universitas Harvard pada tahun 1981. Sebagai perwira tentara yang berdedikasi tinggi, ia dianugerahi Defense Distinguished Service Medal, Army’s Distinguished Service Medal, Legiun Merit, dan Bintang Perunggu. Dia juga menerima penghargaan militer dari Jerman, Perancis, Australia, Afghanistan, dan Mesir. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah