Telikung militansi, Pakistan ambil kendali 30.000 madrasah

266

Support Us

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Pakistan berencana untuk mengambil kendali jaringan lebih dari 30.000 madrasah sebagai bagian dari upaya untuk “mengarusutamakan” sekolah-sekolah Islam dengan membawa mereka di bawah kendali negara, kata jurubicara militer, Senin (29/4/2019).

Memodernisasi pendidikan madrasah dinilai sebagai masalah pelik di Pakistan, negara Muslim “konservatif” di mana sekolah-sekolah agama sering disalahkan karena radikalisasi para pelajarnya tetapi merupakan satu-satunya pendidikan yang tersedia bagi jutaan anak miskin.

Pemerintah baru Pakistan, yang menghadapi tekanan dari kekuatan global untuk bertindak terhadap kelompok-kelompok “militan” yang melakukan serangan di India dan Afghanistan, telah menjanjikan reformasi besar dan Perdana Menteri Imran Khan telah berjanji bahwa negaranya tidak akan lagi mentolerir kelompok seperti itu beroperasi di wilayahnya.

Para pengkritik sistem pendidikan madrasah mengatakan bahwa anak-anak yang bersekolah di sana, di mana mereka menghabiskan sebagian besar hari menghafal Al-Qur’an, sering tidak memiliki perlengkapan untuk ‘mencapai’ dunia modern.

“Pemerintah Pakistan … telah memutuskan bahwa madrasah-madrasah ini akan diarusutamakan,” kata juru bicara militer, Jenderal Asif Ghafoor, kepada wartawan di markas militer di kota garnisun Rawalpindi.

“Pendidikan Islam akan terus diberikan tetapi tidak akan ada pidato kebencian,” Ghafoor menambahkan, mengatakan bahwa sekolah-sekolah agama akan datang di bawah bidang pelayanan pendidikan dan memasukkan mata pelajaran lain ke dalam silabus mereka.

Berita Terkait

Ghafoor melanjutkan bahwa Pakistan akan mendanai madrasah dengan mengalihkan anggaran operasi keamanan anti-terorisme, yang kurang diperlukan karena serangan “militan” telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Pakistan telah bersemangat untuk menunjukkan bahwa mereka telah memutuskan hubungan dengan kelompok-kelompok yang di masa lalu melakukan serangan di negara tetangganya, Afghanistan dan India.

Bulan lalu, pemerintah mengumumkan telah mengambil kendali atas 182 sekolah agama dan menahan lebih dari 100 orang.

“Manfaatnya adalah ketika anak-anak tumbuh dan meninggalkan lembaga-lembaga ini, mereka akan memiliki peluang karier yang sama dengan yang dimiliki oleh sekolah swasta,” kata Ghafoor.

“Kami ingin mengakhiri kekerasan ekstremisme di Pakistan dan itu hanya akan terjadi ketika anak-anak kami memiliki pendidikan dan peluang yang sama.”

Dia menambahkan bahwa undang-undang madrasah akan dipresentasikan di parlemen dalam satu bulan dan itu akan diikuti oleh silabus final, pengangkatan guru, serta alokasi keuangan. (Althaf/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Tentara Inggris diam-diam dikirim ke Saudi

RIYADH (Arrahmah.com) - Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa London secara diam-diam mengirim unit militer ke Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi ladang minyak di wilayah tersebut tanpa memberi tahu Parlemen dan opini…

Pasukan Azerbaijan Dituduh Memenggal Kepala Tentara Armenia

KARABAKH (Arrahmah.com) – Tentara Azerbaijan dituduh memenggal kepala seorang tentara Armenia dan mengejek keluarga korban dengan memposting foto kepalanya yang dipenggal di media sosial, kata pembela hak asasi manusia, Selasa (24/11/2020).…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Rezim Asad bunuh 98 orang di Daraa

DARAA (Arrahmah.com) - Rezim Suriah telah menyiksa 98 orang dalam dua tahun terakhir yang melanggar perjanjian Daraa 2018, menurut sumber lokal. Rezim menyiksa banyak orang yang tinggal di Daraa dan mengajukan amnesti berdasarkan…

FPI: Pemerintah Tak Usah Repot Tes Swab Habib Rizieq, Ada Tim HILMI dan Mer-C

JAKARTA (Arrahmah.com) -  Polisi beserta TNI dan Satpol PP mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab, di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mereka meminta Habib Rizieq menjalani tes swab karena ada kabar dirinya positif virus Corona.…

Turki tak berharap Biden beri sanksi pembelian S-400

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki tak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat terganggu di bawah kepemimpinan presiden terpilih Joe Biden dan tidak juga tidak mengharapkan sanksi atas pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia, seorang…

Mabes TNI Tak Pernah Perintahkan Copot Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menegaskan petinggi di jajaran Markas Besar (Mabes) TNI tidak ada yang pernah memberikan perintah untuk menurunkan baliho Imam Besar Front Pembela Islam…

Turki Protes Kapal Kargo Mereka Digeledah Jerman

ANKARA (Arrahmah.com) – Turki melayangkan protes ke Jerman dan Uni Eropa (UE) terkait upaya penggeledahan terhadap kapal kargo mereka, Senin (23/11/2020). Pasukan keamanan Jerman yang tergabung dalam misi militer Uni Eropa naik dan mencoba…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Media "Israel": Netanyahu temui MBS

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada hari Minggu (22/11/2020) untuk bertemu Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, kata…

Ketika Pelarangan Khamr menjadi Kontroversi

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt (Arrahmah.com) - Islam telah memberi seperangkat aturan kehidupan yang demikian rinci dan mengandung maslahat. Salah satunya terkait perkara makanan dan minuman. Prinsipnya bahwa apa yang dikonsumsi wajib halal…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

Iklan