Xi Jinping temui Imran Khan, bicarakan perdamaian India-Pakistan

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berjabat tangan dengan Presiden Cina Xi Jinping di tengah pertemuan Forum Belt and Road di Beijing, Cina. (Foto: PTI / Twitter)
121

BEIJING (Arrahmah.com) – Presiden Cina Xi Jinping bertemu Imran Khan di Beijing pada Minggu (28/4/2019) dan menyatakan harapan agar Pakistan dan India dapat berdamai demi meningkatkan hubungan mereka yang menegang setelah serangan Pulwama yang diduga dilakukan oleh Jaish-e-Mohammed (JeM) yang berbasis di Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, tiba di Cina untuk Forum Belt and Road Kedua, yang diselenggarakan untuk menyoroti pencapaian Belt and Road Initiative (BRI) senilai triliunan dolar yang dimulai oleh Xi Jinping pada 2013, yang mana Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC) adalah komponen penting.

Selama pertemuan tersebut, Xi Jinping menyatakan komitmen Cina dalam meningkatkan hubungan bilateral dengan Pakistan.

“Pakistan adalah mitra kerja sama strategis Cina. Tiongkok dan Pakistan adalah ‘sahabat karib’ dan selalu saling mendukung satu sama lain dalam masalah-masalah yang menyangkut kepentingan inti. Tiongkok menjadikan Pakistan sebagai prioritas dalam diplomasi,” ujarnya.

“Tidak peduli bagaimana situasi internasional dan regional berubah, Cina dengan tegas mendukung Pakistan dalam menjaga kedaulatan dan martabat nasionalnya, memilih jalur pengembangannya sendiri yang sesuai dengan kondisi nasionalnya, memerangi pasukan teroris dan ekstremis, berjuang untuk lingkungan keamanan eksternal yang sehat, dan memainkan peran konstruktif dalam urusan internasional dan regional,” tambahnya.

India melewatkan pertemuan itu untuk kedua kalinya, memprotes koridor ekonomi yang diletakkan melalui Kashmir (PoK) yang diduduki Pakistan.

Pertemuan antara kedua pemimpin itu terjadi pada saat Cina berada di bawah tekanan atas upaya berulangnya untuk memblokir usaha memasukkan pemimpin JeM, Masood Azhar, sebagai “teroris” global.

Bulan lalu, Cina kembali menggagalkan resolusi yang diajukan oleh AS, Inggris dan Prancis di komite anti “terorisme” PBB untuk menyatakan Azhar sebagai “teroris” global. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.