Saudi tangkap 13 orang yang terlibat dalam serangan Zulfi

An attack on a police station in Saudi Arabia’s Riyadh province was foiled with four attackers dying, Saudi-owned Al Arabiya television said on Sunday - Reuters
576

RIYADH (Arrahmah.com) – Tiga belas orang ditangkap setelah ditemukan merencanakan tindakan kriminal yang menargetkan pos keamanan Kerajaan, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pada Senin (22/4/2019).

Juru bicara Kepresidenan Keamanan Negara Saudi mengatakan sabuk peledak ditemukan saat penggerebekan di rumah para penyerang Zulfi.

Empat penyerang bersenjata berat tewas dalam serangan teroris yang gagal yang diklaim oleh Daesh di gedung Kementerian Dalam Negeri di Zulfi, utara Riyadh pada Minggu (21/4). Keempatnya dilansir memiliki afiliasi dengan Daesh.

Presidensi Keamanan Negara merilis identitas empat penyerang: Abdullah Hamoud Al-Hamoud, Abdullah Ibrahim Al-Mansour, Samer Abdulaziz Al-Madid dan Salman Abdulaziz Al-Madid.

Empat orang tewas yang diklaim pemerintah sebagai anggota Daesh dalam serangan gagal di kota Zulfi. (SPA)

Pihak berwenang Saudi menemukan sebuah rumah di lingkungan Al-Rayyan di gubernuran Zulfi, disewa oleh Abdullah Al-Hamoud, salah satu dari empat pelaku, di mana mereka menemukan pabrik pembuatan bahan peledak dan sabuk peledak.

Sebanyak lima sabuk peledak ditemukan, empat di antaranya dilaporkan SPA dikenakan oleh pelaku, dan satu lagi disimpan di dalam mobil. Sabuknya berisi kunci dan granat yang meledak dengan sekrup seperti pecahan peluru.

Pihak berwenang juga menyita 64 granat buatan, 61 alat kelengkapan pipa, yang sembilan di antaranya diproses sebagai bom pipa, tiga ponsel, dua senapan mesin Kalashnikov, enam pistol, dan berbagai senjata lainnya.

Mereka juga mengklaim menemukan empat kantong dengan berat 74.900 kg berisi pupuk organik, bersama dengan set tabung laboratorium, sejumlah wadah plastik, paket wadah kimia cair, karton serat belerang, detonator bahan peledak buatan dan satu set sekrup yang dibuat dilengkapi dengan pecahan peluru.

Pihak berwenang juga mengklaim menyita satu set kartu ATM, dua kartu identitas nasional, SIM, sejumlah publikasi, dan CD-ROM dengan konten yang terkait dengan organisasi “teroris”.

Sepuluh dari 13 orang yang ditangkap atas keterlibatan dalam serangan Zulfi. (SPA)

Presidensi Keamanan Negara menyatakan pihaknya terus menindaklanjuti upaya untuk memerangi unsur-unsur “teroris” yang mengancam keamanan dan stabilitas Kerajaan. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.