Kashmir tak akan dibiarkan memiliki administrasi terpisah dari India

Amit Shah dan Narendra Modi (PTI)
169

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Kashmir adalah bagian integral dari India dan itu akan terus terjadi selama BJP ada, presiden partai Amit Shah mengatakan, Rabu (17/4/2019).

Pernyataan Shah itu disampaikan pada rapat umum pemilihan, sebagai tanggapan atas saran pemimpin Konferensi Nasional, Omar Abdullah, baru-baru ini untuk menunjuk perdana menteri yang terpisah untuk Kashmir.

“Tidak ada yang bisa mengambil Kashmir dari kami. Selama BJP ada, Kashmir akan terus menjadi bagian integral dari India,” kata Shah pada rapat umum di Maharashtra barat.
“Kami tidak akan pernah mengizinkan dua perdana menteri di India,” kata Shah.

Kongres ingin memisahkan Kashmir dari India, tambahnya.

“India adalah tanah Shivaji Maharaj dan keamanannya adalah tanggung jawab kita semua,” kata Shah.

Mengacu pada “terorisme” lintas-perbatasan yang diklaim berasal dari Pakistan, Shah berkata, “Jika ada peluru dari sana, India akan mengirim bom dari sini.”
“Teroris” yang menyusup ke India akan dibunuh, katanya.

“Perdana Menteri Narednra Modi bekerja untuk membuat negara aman. Melalui serangan udara Balakot, kami membalas dendam kematian tentara kami,” katanya.
Shah juga menargetkan gabungan Kongres-NCP yang berkuasa di Maharashtra selama 15 tahun berturut-turut hingga 2014, ketika BJP merebut kekuasaan darinya.

“Kongres menurunkan Maharashtra di bidang pembangunan, sementara BJP membawa negara kembali ke jalur pembangunan,” katanya.

Lima generasi Kongres memerintah negara itu tetapi tidak melakukan apa pun untuk India, katanya. (Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.