Ribuan warga Pakistan gelar aksi solidaritas untuk keluarga korban tragedi Christchurch

Aksi solidaritas warga Pakistan untuk keluarga korban penembakan di Christchurch, Selandia Baru (Foto: AFP)
74

JHANG (Arrahmah.com) – Ribuan warga Pakistan menunjukkan solidaritas yang unik untuk menghibur keluarga para korban penembakan masjid bulan lalu di Selandia Baru.

Lebih dari 20.000 orang berkumpul di kota Jhang di provinsi timur laut Punjab pada Jum’at (12/4/2019) untuk menggambar Masjid Al-Noor, salah satu dari dua masjid di yang diserang teroris Brenton Tarrant pada bulan Maret, termasuk sembilan orang asal Pakistan.

Naeem Rasheed, salah satu korban yang berusaha menghentikan penyerang dan melindungi rekan-rekan Muslimnya, dinyatakan sebagai pahlawan oleh pemerintah Pakistan dan media internasional.

Berbalut shalwar kameez putih salju (pakaian lokal) dan peci putih, orang-orang dari semua lapisan masyarakat mendedikasikan acara ini untuk para korban penembakan di Christchurch, suatu bentuk kepedulian yang membuat keluarga korban merasa terharu.

“Kami masih sedih dan merasa kehilangan ketika kami merindukan putra kami. Tetapi melihat orang-orang yang tidak memiliki hubungan dengan kami berkumpul dan berbagi kepedulian mereka adalah sumber pelipur lara yang sangat berarti bagi kami,” kata Muzzafar Khan, paman dari Syed Areeb Ahmad, salah satu warga Pakistan yang tewas dalam penembakan tersebut, kepada Anadolu Agency.

Acara ini diselenggarakan oleh Institut Muslim, sebuah LSM yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di dunia Muslim.

“Kita akan mengingat orang-orang yang kita cintai. Namun sebelum itu ia telah dikenang oleh ribuan orang lainnya. Itu sangat menyentuh,” tambah Khan.

“Kami berterima kasih kepada penyelenggara, orang-orang Pakistan dan dari seluruh dunia yang telah meringankan rasa sakit kami dan berdiri di samping kami pada saat yang sulit ini,” katanya, memuji tanggapan pemerintah Selandia Baru, terutama Perdana Menteri Jacinda Ardern .

“Cara dia menanggapi tragedi itu sangat fenomenal. Dia ternyata menjadi negarawan sejati,” katanya.

Khan, bagaimanapun, tampaknya tidak senang dengan pemerintah Pakistan, yang katanya tidak menepati janjinya kepada keluarga para korban. Sebelumnya pemerintah Pakistan berjanji untuk memberikan nama sebuah universitas dan beberapa jalan utama dengan nama para syuhada’ Christchurch, namun hingga kini semua itu belum terealisasikan. (Rafa/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.