Setelah berbulan-bulan bersitegang, Maroko dan Saudi bahas kerja sama

Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita berpidato dalam Konferensi Tingkat Menteri untuk Agenda Afrika tentang Migrasi di Rabat, Maroko pada 09 Januari 2018 [Jalal Morchidi / Anadolu Agency]
226

RIYADH (Arrahmah.com) – Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita menyampaikan pesan kepada Raja Saudi Salman Bin Abdelaziz di Istana Al-Yamamah di Riyadh, lapor Saudi Press Agency (SPA).

Bourita menyampaikan salam dan penghargaannya kepada raja Saudi, yang pada gilirannya mengungkapkan salam dan penghargaannya terhadap mitra Maroko tersebut.

Ini terjadi di hadapan Menteri Dalam Negeri Abdulaziz Bin Saud Bin Naif Bin Abdulaziz, Menteri Negara Musaed Bin Mohammed Al-Aiban, Menteri Luar Negeri Saudi Ibrahim Bin Abdulaziz Al-Assaf, Menteri Negara Urusan Negara Afrika Ahmed Bin Abdulaziz Qattan, dan Duta Besar Maroko Mustapha Mansouri, SPA menambahkan.

Menteri luar negeri Maroko itu telah bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman di ibu kota Saudi, Riyadh, pada Selasa.

Dalam pertemuan itu, Bin Salman dan Bourita membahas kerja sama bilateral dan urusan regional.

Kunjungan Bourita ke Arab Saudi terjadi setelah hubungan kedua negara dikatakan memburuk setelah Rabat menarik pasukannya dari koalisi pimpinan Saudi yang membom Yaman.

Maroko memanggil duta besarnya di Riyadh untuk melakukan konsultasi setelah saluran satelit Al-Arabiya yang dikelola Saudi menayangkan film dokumenter yang mengecewakan Maroko karena menggambarkan kelompok Polisario secara positif. Front Polisario melihat kehadiran Maroko di Sahara Barat sebagai sebuah pekerjaan.

Hubungan itu semakin buruk setelah Saudi memilih menentang tawaran Maroko untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026.

(fath/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.